Reservasi Tahun Baru Tembus 50 Persen, Okupansi Hotel di Puncak Bogor Naik 10 Persen 

Okupansi hotel di Puncak Bogor naik 10 persen saat libur Natal 2025.

bogortraffic.com, BOGOR – Tingkat hunian atau okupansi hotel di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan tren positif.

Pada periode 19–25 Desember 2025, rata-rata okupansi hotel tercatat mencapai 63 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada Nataru tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan bahwa meski peningkatannya belum terlalu signifikan, tren ini menjadi sinyal positif bagi sektor perhotelan di kawasan Puncak.

“Secara tren meningkat. Kenaikannya sekitar 10 persen dibandingkan Nataru tahun lalu,” kata Boboy.

Selain periode Natal, Boboy menyebutkan bahwa pemesanan kamar untuk malam pergantian tahun atau New Year’s Eve pada 31 Desember 2025 juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Hingga saat ini, tingkat reservasi kamar hotel telah berada di atas 50 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya optimisme pelaku usaha perhotelan terhadap puncak libur akhir tahun yang masih berlangsung.

Boboy menjelaskan, pasar utama wisatawan yang menginap di hotel-hotel Kabupaten Bogor masih didominasi pengunjung dari wilayah Jabodetabek.

Segmen wisatawan keluarga menjadi kontributor terbesar, seiring dengan momentum libur panjang akhir tahun.

Meski demikian, wisatawan dari luar daerah juga tetap tercatat, meskipun jumlahnya tidak dominan.

“Pengalaman tahun lalu ada juga pengunjung dari Lampung dan Palembang, meski porsinya tidak besar,” ujarnya.

Ia menilai, kawasan Puncak dan sekitarnya masih menjadi destinasi favorit karena jaraknya yang relatif dekat dan mudah dijangkau, terutama bagi wisatawan Jabodetabek yang ingin menikmati liburan singkat selama periode Nataru.

Boboy berharap tren positif okupansi hotel ini dapat terus berlanjut hingga puncak libur Tahun Baru.

Ia menilai peningkatan hunian hotel akan berdampak langsung pada pemulihan sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Bogor secara keseluruhan.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pelaku usaha di sektor pendukung seperti restoran, transportasi, dan UMKM lokal juga diharapkan ikut merasakan dampak positif dari momentum libur akhir tahun ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan