Menkeu Purbaya: Defisit APBN 2026 Terkendali di Bawah 3 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

bogortraffic.com, JAKARTAMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pendanaan defisit APBN 2026 masih dalam batas aman.

Pemerintah berkomitmen menjaga defisit tetap di bawah 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun terdapat dinamika harga minyak dunia.

Bacaan Lainnya

​Hingga Maret 2026, defisit APBN tercatat menyentuh angka Rp240,1 triliun. Menkeu menjelaskan bahwa angka ini merupakan bagian dari desain anggaran, di mana belanja negara dilakukan lebih awal (front-loading).

​”Pendanaan akan ditutup dari perolehan pajak sepanjang tahun. Biasanya ada siklus di mana pendapatan pajak meningkat di triwulan tertentu, sementara belanja di sisa tahun akan berkurang sedikit,” ujar Purbaya dalam wawancara pada Minggu (10/5/2026).

​Purbaya mengakui adanya opsi penambahan utang untuk menutup selisih anggaran, namun ia menegaskan posisinya masih sangat terkendali dan masuk akal.

Pemerintah juga telah melakukan simulasi terhadap fluktuasi harga minyak mentah.

  • ​Target Defisit: Ditekan maksimal pada angka 2,68% hingga 2,9% PDB.
  • ​Asumsi Harga Minyak: Pemerintah telah menghitung risiko jika rata-rata harga minyak mencapai 100 dolar AS hingga akhir tahun.
  • ​Batas Aman: Dipastikan tidak akan melampaui batas konstitusional sebesar 3% PDB.

​”Kita akan tekan terus di bawah 3 persen. Dengan asumsi harga minyak rata-rata 100 dolar pun, defisit kita hitung masih di sekitar 2,9 persen,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan