bogortraffic.com, NGANJUK – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menyiapkan rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat layanan air bersih di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan dan jangkauan distribusi yang belum optimal.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan pilar utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Yang utama adalah airnya dulu tersedia dengan kualitas yang baik. Setelah itu baru kita tingkatkan layanan sanitasi. Harapannya ke depan kondisi masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Menteri Dody saat meninjau lokasi rencana pengembangan SPAM di Nganjuk, Sabtu (11/4/2026).
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Menteri Dody mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga sumber daya air. Ia menekankan bahwa efisiensi penggunaan air hari ini sangat menentukan keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Air adalah sumber daya yang terbatas, kita harus menggunakannya secara efisien agar tetap tersedia bagi generasi mendatang. Jangan sampai nanti anak cucu kita kesulitan air karena kita boros hari ini,” tegasnya.
Sebelumnya, program PAMSIMAS telah melayani 346 sambungan rumah (SR) di Dusun Wonokroko dan Dusun Oro-Oro Ombo, Kecamatan Ngetos. Namun, karena keterbatasan debit air, warga di wilayah tersebut masih harus mendapatkan suplai air secara bergilir.
Untuk meningkatkan keandalan layanan, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur merencanakan pembangunan unit sumur bor baru dengan kapasitas 2,5 liter per detik serta pembangunan menara air penunjang.
Kepala BPBPK Jawa Timur, Denny Kumara, menjelaskan bahwa proyek ini meliputi pemasangan jaringan pipa transmisi sepanjang 157 meter untuk menjangkau lebih banyak warga desa.
“Pengembangan SPAM ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan layanan air minum yang saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat desa, sekaligus meningkatkan kontinuitas dan kualitas distribusi air bersih,” ujar Denny.
Kementerian PU tidak hanya berhenti pada penyediaan air minum. Menteri Dody memastikan bahwa program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) akan segera didorong untuk memenuhi kebutuhan fasilitas dasar seperti MCK.
“Nanti kita bantu juga untuk sanitasi, karena masyarakat juga menyampaikan kebutuhan MCK. Tapi tetap yang utama adalah penyediaan airnya dulu,” tambah Menteri Dody.
Melalui pengembangan SPAM terintegrasi ini, Kementerian PU berharap masyarakat Desa Oro-Oro Ombo dapat menikmati akses air minum yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan ekonomi lokal.





