Buka Rakernas GPEI 2026, Mendag Busan Dorong Sinergi Ekosistem Ekspor Nasional

Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan).

bogortraffic.com, BOGORMenteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) tahun 2026 di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Mendag menekankan pentingnya sinergi erat antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyelesaikan berbagai tantangan ekspor serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Bacaan Lainnya

​Mendag Busan menegaskan bahwa Kemendag sangat terbuka terhadap masukan pelaku usaha guna menciptakan ekosistem ekspor yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdampak langsung pada perekonomian nasional.

​“Kami terbuka terhadap seluruh masukan untuk meningkatkan ekspor. Pemerintah dan dunia usaha harus terus bersinergi untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin efisien dan berdaya saing. Mari kita selesaikan berbagai pekerjaan rumah ini bersama-sama,” ujar Mendag Busan.

​Dalam sambutannya, Kemendag memaparkan sejumlah langkah strategis pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional:

  • ​Target I-EU CEPA: Perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement ditargetkan dapat ditandatangani paling lambat akhir Oktober 2026 untuk diimplementasikan tahun depan.
  • ​Otomatisasi SKA: Pengembangan otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA) guna mempermudah eksportir mengklaim tarif preferensi tanpa hambatan administrasi.
  • ​Perjanjian Dagang Aktif: Indonesia saat ini memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah berjalan, 2 dalam proses ratifikasi, dan 13 dalam tahap negosiasi.

​Mendag Busan juga menyoroti keberhasilan Program UMKM BISA Ekspor yang mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 333,68 juta sepanjang Januari–Juli 2026. Menariknya, sekitar 60–70 persen peserta merupakan pelaku usaha yang baru pertama kali merambah pasar internasional.

​Penguatan ekosistem ini didukung oleh business matching melalui 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, serta bakal diperkuat lewat gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.

​Ketua Umum GPEI, Benny Soetrisno, beserta Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor, Juan Permata Adoe, turut menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen memperkuat efisiensi logistik serta diversifikasi pasar agar produk Indonesia kian merajai pasar dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan