bogortraffic.com, BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menegaskan pentingnya menjaga ruang-ruang ilmiah dari intervensi politik. Presiden berbicara secara bebas di hadapan ribuan akademisi yang hadir.
“Biar lebih bebas gitu, ya. Jangan dipelintir, jangan dipolitisasi. Ini kan kita bicara, kita bicara ilmu. Kita bicara ilmu, sains, teknologi,” ujar Prabowo dalam konferensi pers usai acara.
Presiden Prabowo memberikan pidato pembuka di hadapan lebih dari 2.000 ilmuwan, dosen, dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Setelah itu, ia melanjutkan sesi diskusi selama dua jam bersama para peserta KSTI.
KSTI 2025 merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo yang ingin menyatukan para ilmuwan Indonesia dari berbagai belahan dunia untuk merumuskan arah riset nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, juga menyampaikan hal serupa.
Menurutnya, konvensi ini adalah kesempatan besar untuk memperkuat fondasi bangsa menuju pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
“Kita harus menghasilkan SDM unggul berbasis penguasaan iptek,” tambahnya.
Konvensi KSTI 2025 menjadi penanda bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, diskusi ilmiah dan pengembangan teknologi menjadi agenda penting dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.






