Layanan Commuter Line Diperluas, Rute Surabaya–Probolinggo Dinilai Dongkrak Konektivitas Jawa Timur

KAI Commuter berencana memperpanjang layanan Commuter Line Supas hingga Probolinggo. Didukung subsidi PSO, layanan ini diharapkan memperkuat konektivitas dan ekonomi Jawa Timur.

bogortraffic.com, BOGOR – Perkembangan perkeretaapian di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, baik dari sisi sarana maupun prasarana. Kemajuan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah terhadap KAI Group sebagai transportasi publik berbasis rel yang menjadi tulang punggung mobilisasi masyarakat di kawasan aglomerasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa sejak mengoperasikan perjalanan Commuter Line di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada 2022, KAI Commuter secara konsisten mendukung pengembangan layanan perkeretaapian di kawasan Surabaya dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya penambahan lintas layanan ini, diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Timur,” ujar Karina.

Saat ini, rata-rata volume pengguna Commuter Line Supas mencapai 4.417 orang per hari atau sekitar 130–140 ribu orang per bulan. Perpanjangan layanan menuju Kota Probolinggo diharapkan dapat meningkatkan okupansi layanan tersebut secara signifikan.

Untuk mendukung pengembangan ini, KAI Commuter tengah melakukan pembahasan intensif dengan berbagai pihak terkait mengenai rencana pemanjangan lintas pelayanan Commuter Line menuju Probolinggo. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah dan KAI Commuter dalam memperluas jangkauan layanan KA Lokal PSO (Public Service Obligation) yang saat ini berakhir di Stasiun Pasuruan.

Karina Amanda menjelaskan bahwa pemanjangan layanan akan dilakukan pada operasional Commuter Line Supas.
“Lintas pelayanan Commuter Line akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo, dengan jarak tempuh dari semula 63 km menjadi 101 km,” jelasnya.

Dengan demikian, relasi Commuter Line Supas yang saat ini melayani Surabaya–Pasuruan akan berkembang menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo. Rencana ini dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Timur.

Berdasarkan hasil survei KAI Commuter, rencana ini mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat. Tingkat minat masyarakat Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line mencapai 100 persen, dengan potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diperkirakan 304 orang per hari.

“Stasiun Probolinggo dinilai memiliki potensi tertinggi karena lokasinya yang strategis di pusat kota, dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata,” tambah Karina.

Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling. Sejumlah peningkatan fasilitas penunjang juga direncanakan, antara lain penambahan kanopi area peron, perluasan ruang tunggu, serta penambahan petugas operasional seperti petugas loket, pengamanan, dan kebersihan.

“KAI Commuter berharap perpanjangan layanan Commuter Line dan perluasan jangkauan ini dapat segera terwujud guna memberikan solusi transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat Jawa Timur,” tutur Karina.

Dukungan Subsidi PSO untuk Perpanjangan Commuter Line Supas

Secara terpisah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyatakan dukungannya terhadap persiapan perpanjangan relasi Commuter Line Supas menuju Probolinggo.

“Saat ini kami terus mengawal proses persiapan operasional KA ini agar dapat dioperasikan sesuai target,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar.

Menurut Arif, DJKA telah berkoordinasi dengan KAI Commuter selaku operator untuk memastikan seluruh kelengkapan pelayanan penumpang terpenuhi sesuai regulasi.

“Kami akan memantau secara langsung di lapangan terkait progres pemenuhan kelengkapan di stasiun-stasiun yang akan melayani KA Commuter ini. Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi, kami akan mendorong operator untuk segera mengajukan izin operasi,” katanya.

Untuk menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat, DJKA akan menyalurkan subsidi PSO pada layanan KA Commuter tersebut. Selain itu, DJKA bersama KAI Commuter juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo guna mewujudkan integrasi transportasi lokal sebagai moda lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.

“Kami mohon dukungan agar seluruh proses persiapan operasional layanan KA ini dapat berjalan lancar sehingga layanan ini dapat segera dinikmati oleh masyarakat yang ingin bepergian dari Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya,” tutup Arif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan