DPRD Jabar Minta Peningkatan Kualitas Guru dan Infrastruktur Pendidikan di Bogor

Ilustrasi Guru - Dinas Pendidikan

bogortraffic.com, BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dede Chandra Sasmita, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sumber daya guru serta meningkatkan infrastruktur pendidikan, terutama di Kabupaten Bogor.

Dede Chandra menjelaskan bahwa langkah pertama untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah memastikan guru berada dalam kondisi dan lingkungan kerja yang nyaman.

‎“Jadi guru itu mereka harus enjoy dalam mengajar. Intensif ditingkatkan supaya mereka juga ngajarnya enjoy lah. Itu yang paling pokok,” kata Dede Chandra usai menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah di DPC Partai Demokrat, Kabupaten Bogor, Senin 17 November 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan bahwa kelengkapan fasilitas belajar juga sangat krusial. Salah satunya adalah keberadaan perpustakaan yang memadai bagi siswa dan guru.

‎“Perpustakaan kan selama ini kita tahu kondisinya, kalo dalam pendidikan itu prioritasnya bagaimana guru enaknya ngajar tenang mengajarnya,” tegas dia.

‎“Nah itu Pemprov dan Pemerintah Pusat harut bisa meningkatkan intensifnya,” tambahnya.

Selain kualitas tenaga pendidik, Dede Chandra juga menyoroti infrastruktur sekolah, terutama setelah adanya penambahan rombongan belajar (rombel) dari 36 menjadi 50 per kelas. Kondisi ini menimbulkan kekurangan sarana seperti kursi dan meja untuk siswa.

‎“Termasuk untuk kursi meja siswa, walaupun di 2026 sudah dilaksanakan tapi kan tidak bisa meng-cover semuanya. Dari 36 ke 50 itu ada 14 siswa tidak dapat kursi ibaratnya, itu kali berapa sekolah di Jawa Barat,” ungkapnya.

Politisi Demokrat itu juga menyoroti insiden ambruknya bangunan sekolah di SMKN 1 Gunung Putri yang sebelumnya menelan korban siswa. Ia meminta agar pemerintah melakukan investigasi menyeluruh.

‎“Kita meminta supaya ada investigasi itu bagaimana ko bisa strukturnya bisa seperti itulah dan ini menimpa SMKN 1 Gunung Putri,” ujarnya.

‎“Kalo kami dari Provinsi menilainya teknisi nya yang tidak baik lah, maka dari itu ketika nanti ini diekspose disampaikan secara terbuka apa masalahnya supaya tidak terjadi kepada sekolah-sekolah lain,” pungkasnya.

Dengan sejumlah persoalan tersebut, ia menegaskan bahwa perbaikan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah demi kenyamanan proses belajar dan keselamatan siswa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan