Ciptakan Generasi Emas, BKKBN dan DPR RI Perkuat Sosialisasi Program Bangga Kencana

Anggota Komisi IX DPR RI drh. H. Achmad Ru'yat, M.Si, Plt. pada kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Jawa Barat 19 September 2026.

bogortraffic.com, CIBINONG – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN berkolaborasi dengan DPR RI menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di DPD PKS Kabupaten Bogor, Cibinong, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun keluarga yang sehat, mandiri, serta sejahtera.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI, drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si, menegaskan bahwa ruang lingkup Program Bangga Kencana jauh melampaui isu pengendalian jumlah penduduk semata.

“Program Bangga Kencana bukan hanya berbicara mengenai pengendalian penduduk semata, namun lebih luas lagi mengenai pembangunan keluarga yang berkualitas, peningkatan kesehatan keluarga, pembinaan ketahanan keluarga, serta upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Achmad Ru’yat.

Ia juga menyoroti pentingnya penanganan stunting dan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan.

“Untuk itu dibutuhkan langkah bersama yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan,” katanya.

“Kepada seluruh peserta, saya juga mengajak agar mengikuti kegiatan ini dengan baik, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana bertukar pengalaman serta memperluas wawasan demi kemajuan bersama,” tutur Achmad Ru’yat.

Sementara itu, Plt. Direktur Bina Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan Kemendukbangga/BKKBN, Siti Jamilah, S.KM., M.H, memaparkan konsep pencegahan risiko ibu hamil melalui pendekatan 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Rapat, dan Terlalu Banyak).

“Terlalu Muda, yaitu ibu hamil yang usianya di bawah 20 tahun. Terlalu Tua, yaitu ibu hamil yang usianya di atas 35 tahun,” jelas Siti Jamilah.

Siti Jamilah mencontohkan kategori terlalu rapat yang memiliki istilah lokal beragam.

“Kalau di Jawa, istilahnya sundulan. Kalau di sini Kabupaten Kampar, istilahnya susul paku,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pranata Humas Ahli Muda, Roy Primera, S.Ikom, mengajak masyarakat menjadi pelopor perencanaan keluarga di lingkungan masing-masing.

“Mari bersama membangun keluarga sehat, menyiapkan generasi unggul, meningkatkan kesadaran perencanaan keluarga, menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” kata Roy.

Menutup sosialisasi, Penyuluh KB Ahli Muda, Khairunnas, menekankan pentingnya gotong royong seluruh pihak untuk mewujudkan visi pembangunan nasional.

“Keberhasilan Program Bangga Kencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Khairunnas.

“Dengan kolaborasi yang kuat, komitmen bersama, serta partisipasi aktif seluruh pihak, kita optimis dapat mewujudkan keluarga berkualitas sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan