Cungkring Khas Bogor, Kuliner Tradisional yang Kini Naik Daun di Tengah Tren Makanan Modern

Cungkring jadi menu sarapan legendaris yang digemari. (Pinterest/Aulia Safitri)

bogortraffic.com, BOGOR – Di tengah gempuran makanan cepat saji dan tren kuliner modern, hidangan tradisional Indonesia justru kian menunjukkan eksistensinya. Salah satu yang sedang naik daun adalah cungkring—kuliner kaki sapi khas Bogor yang kini mulai dikenal luas di luar kota asalnya.

Dulunya, cungkring hanya ditemui di sudut pasar tradisional Bogor sebagai menu sarapan. Penjualnya berkeliling membawa pikulan sambil meneriakkan dagangan. Kini, cungkring telah menyeberang hingga ke Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Rungkut dan bahkan tersedia di aplikasi pemesanan makanan online.

Bacaan Lainnya

Cungkring dibuat dari bagian kaki sapi seperti kikil, kulit, dan otot, yang direbus dalam waktu lama hingga empuk dan bebas bau. Potongan daging kemudian disajikan bersama irisan lontong, siraman bumbu kacang gurih, kerupuk kulit, dan sambal.

Beberapa penjual tetap setia pada penyajian tradisional dengan daun pisang dan tusuk bambu, menciptakan sensasi nostalgia di setiap suapan.

“Cungkring itu ringan tapi kaya rasa. Teksturnya kenyal, dan bumbu kacangnya benar-benar bikin ketagihan,” ungkap salah satu pelanggan di kawasan Rungkut, Surabaya.

Tren penyebaran cungkring di kota-kota besar sebagian besar didorong oleh perantau asal Bogor yang membawa resep keluarga ke tempat tinggal barunya. Warga lokal yang belum pernah mencoba biasanya penasaran, dan tak sedikit yang langsung jatuh cinta pada suapan pertama.

“Saya rindu masakan rumah. Pas tahu ada cungkring di dekat kantor, langsung nostalgia. Rasanya sama persis seperti di Bogor,” kata Reni, warga asal Bogor yang kini tinggal di Sidoarjo.

Lebih dari sekadar makanan, cungkring menyimpan nilai budaya dan kenangan masa kecil. Ia hadir sebagai pengobat rindu kampung halaman dan penanda kehangatan tradisi keluarga.

Meski sederhana, cungkring mampu bersaing di tengah popularitas makanan kekinian. Ia menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

Dalam era yang didominasi makanan cepat dan modern, cungkring hadir sebagai simbol kelezatan autentik khas Nusantara. Rasanya yang khas, proses memasak yang penuh perhatian, serta nilai tradisi yang melekat menjadikannya kuliner yang layak untuk terus diperkenalkan ke generasi masa kini.

Dengan dukungan para perantau dan antusiasme pecinta kuliner, cungkring berpeluang menjadi ikon kuliner Indonesia yang mendunia—mewakili kekayaan rasa, sejarah, dan budaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan