Suka Pendam Rasa Sakit, Komedian Senior Temon Meninggal Dunia akibat Darah Tinggi

Temon dan putri tercinta. (Foto: Instagram)

bogortraffic.com, JAKARTA— Panggung komedi tanah air kembali diselimuti awan duka yang mendalam. Pelawak legendaris Simson Rarameha Ngadang, atau yang lebih dikenal luas oleh publik perfilman nasional sebagai Temon, mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (12/7/2026) pagi.

Kabar mengenai komedian senior Temon meninggal dunia ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga besar.

Bacaan Lainnya

​Putri kelima almarhum, Rambu, membeberkan kronologi hulu-hilir kepulangan sang ayah yang terbilang sangat mendadak dan mengejutkan seluruh anggota keluarga di rumah.

​”Awalnya saya mendapat telepon dari kakak sekitar pukul 08.30 WIB yang mengabarkan kalau Papa dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisiknya drop. Namun, saat saya masih berada di perjalanan (on the way) menuju rumah sakit, pihak keluarga kembali menelepon dan mengabarkan kalau Papa sudah tidak ada,” ungkap Rambu sambil menahan haru, Minggu (12/7/2026).

​Kepergian sang komedian senior dirasa sangat mengejutkan lantaran komunikasi terakhir antara Rambu dan mendiang Temon pada pertengahan pekan lalu sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda gangguan kesehatan makro yang mengkhawatirkan.

​Dalam perbincangan malam Rabu tersebut, almarhum bahkan masih sempat memberikan perhatian besar pada masa depan anaknya dengan menyarankan Rambu untuk mengikuti sebuah program seminar edukasi.

​Mengenai rekam medis hulu, Rambu mengakui bahwa aktor sitkom tersebut memang memiliki riwayat penyakit internal sejak lama, namun selalu berusaha tampil tegar di depan anak-anaknya.

Riwayat Penyakit: Almarhum diketahui mengidap gangguan tekanan darah tinggi kronis.

Karakter Almarhum: Temon dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang tertutup terkait rasa sakitnya dan jarang mengeluh di dalam rumah.

​Bagi anak-anaknya, Temon merupakan figur ayah hebat yang selalu menanamkan nilai-nilai integritas sosial.

Salah satu pesan moral mendalam dari almarhum yang terus membekas di hati sanubari keluarga adalah kewajiban untuk selalu berbuat kebaikan kepada siapa pun tanpa pamrih.

​Menutup keterangannya, Rambu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rekan seprofesi, kolega artis, dan sahabat setia yang selalu mendampingi serta memberikan nasihat medis semasa hidup sang ayah.

​”Terima kasih banyak atas segala ketulusan, dukungan, dan perhatian yang diberikan kepada Papa dalam keadaan apa pun. Kami dari pihak keluarga memohon dengan sangat agar dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya bagi almarhum jika semasa hidupnya terdapat kesalahan atau kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak. Mohon doa terbaiknya untuk Papa,” pungkas Rambu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan