Bima menekankan pentingnya memperkuat peran Satgas Naturalisasi Ciliwung dalam menangani masalah sampah. Saat ini, sudah berhasil dipilah sebanyak 38 ton sampah organik, 70,6 ton sampah anorganik, dan 29 ton sampah plastik.
Een menyatakan bahwa Satgas Naturalisasi Ciliwung telah berjalan selama sekitar enam tahun, dengan fokus pada perubahan perilaku warga dalam pengelolaan sampah. Upaya ini sejalan dengan visi Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah sampah dari hulu, yaitu dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Langkah ini juga merupakan salah satu bagian dari persiapan Kota Bogor untuk menghadapi Indonesia tanpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru pada tahun 2030, sesuai dengan visi yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Meskipun masih dalam skala kecil, Satgas Ciliwung terus berupaya memberikan dampak positif dengan pendampingan yang mereka lakukan di 48 RT.





