bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya mitigasi bencana dengan melakukan rehabilitasi vegetasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.
Sebanyak 200 hektare lahan direstorasi melalui program penanaman pohon yang dipusatkan di kawasan Eiger Adventure Land, Sukagalih, Megamendung.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pemulihan kawasan kritis sekaligus rangkaian kegiatan dalam sosialisasi Dana Bersama Penanggulangan Bencana.
“Penanaman 25 ribu pohon dilakukan di kawasan Eiger Adventure Land, Sukagalih, Megamendung sebagai bagian dari program pemulihan kawasan kritis dan rangkaian sosialisasi Dana Bersama Penanggulangan Bencana,” kata Rudy, Jumat.
Program penghijauan ini berlangsung serentak di tujuh kecamatan, yaitu Cisarua, Megamendung, Ciawi, Babakan Madang, Sukaraja, Gunung Putri, dan Sukamakmur.
Selain itu, kegiatan juga dilakukan di lahan kerja sama antara pemerintah daerah dan PTPN, yakni Ex Giri Pangrango seluas 29 hektare serta Ex Pancawati (Riung Gunung) seluas 8 hektare.
Rudy menegaskan bahwa pemulihan kawasan DAS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menekan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Sebagian lahan prioritas akan dikelola pelaku usaha swasta sehingga penanaman dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Rudy.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam keberlanjutan program ini, termasuk partisipasi masyarakat, lembaga pemerintah, hingga pelaku usaha.
Pemkab Bogor bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga telah melakukan kajian dan langkah penertiban terhadap pelaku usaha di kawasan Puncak sebagai upaya menyeimbangkan perkembangan ekonomi dan konservasi.
“Kabupaten Bogor ingin kembali menghijaukan Puncak agar aktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan berjalan seimbang,” katanya.
Selain rehabilitasi DAS, kesiapsiagaan bencana diperkuat melalui apel tanggap darurat bersama TNI, Polri, dan instansi terkait selama satu bulan terakhir.
Rudy mengingatkan kawasan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan seiring intensitas hujan yang semakin tinggi.
“Penghijauan ini investasi jangka panjang, bukan hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi hingga puluhan tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor membuka peluang dukungan pendanaan pemerintah pusat, termasuk melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk memperbesar kapasitas mitigasi di wilayah Kabupaten Bogor.






