bogortraffic.com, BOGOR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tim gabungan untuk mencegah kembalinya pedagang kaki lima (PKL) ke jalur wisata Puncak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya melanjutkan penataan kawasan wisata Puncak, yang dilakukan Pemkab Bogor bersama pemerintah pusat.
Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, dalam keterangannya di Cibinong pada Senin (7/10), menjelaskan bahwa tim gabungan ini terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan beberapa instansi terkait. “Tugas tim ini adalah menegakkan aturan di sepanjang jalur Puncak,” ujar Bachril.
Bachril menambahkan, penataan kawasan Puncak ini penting karena wilayah tersebut menjadi salah satu destinasi wisata utama, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Data tahun 2023 mencatat sebanyak 2,56 juta dari total 6,31 juta wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor memilih Puncak sebagai destinasi mereka.
“Kawasan Puncak memiliki daya tarik tersendiri, bahkan dapat disandingkan dengan destinasi wisata internasional,” ujar Bachril, mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar Puncak.
Dalam rangka memperkuat penegakan aturan, Pemkab Bogor, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, juga tengah berupaya membangun posko gabungan di sekitar Cisarua, tepatnya tak jauh dari Warpat. Posko ini menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Puncak tahap pertama, yang sebelumnya diusulkan kepada Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.
Penertiban lapak PKL di jalur Puncak telah dimulai beberapa bulan lalu, meski mendapat perlawanan dari sebagian pedagang. Beberapa bentrokan bahkan terjadi akibat upaya penertiban tersebut, sempat menyebabkan kemacetan di kawasan wisata Puncak.
Pemkab Bogor beralasan penertiban dilakukan untuk mengurangi parkir liar dan melancarkan arus lalu lintas. Mereka juga telah menyediakan rest area Gunung Mas Puncak sebagai alternatif bagi para PKL. Namun, banyak pedagang menolak, menilai lokasi rest area kurang menguntungkan.
Karim, salah satu pedagang yang telah lama berjualan di Puncak, menyampaikan keluhannya. “Dari dulu Puncak sudah macet, kenapa sekarang yang disalahkan pedagang? Kami sudah puluhan tahun di sini, dan rest area tidak memberikan keuntungan seperti lapak kami yang lama,” ujar Karim.
Karim juga menyoroti pentingnya keberadaan PKL, terutama saat terjadi situasi darurat seperti longsor di malam hari. “Kami pedagang sering menjadi yang pertama berjaga jika ada kejadian. Ini harus dipertimbangkan juga,” tambahnya.
Dengan pembentukan tim gabungan dan posko baru, Pemkab Bogor berharap bisa menata kembali kawasan wisata Puncak dengan lebih baik, sekaligus menjaga kelancaran arus wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya.






