bogortraffic.com, BOGOR- Platform B2B yang diinisiasi Telkom, PaDi UMKM, siap menjawab masalah klasik UMKM terkait dengan akses pasar. Layanan tersebut bakal membuka saluran bisnis yang lebih luas bagi UMKM untuk menjangkau pasar besar seperti BUMN dan sektor swasta.
Sebagian besar UMKM sendiri dinilai masih berfokus pada segmen B2C (Business-to-Consumer), padahal peluang besar terdapat di segmen B2B (Business to Business). Melalui Business Matching, PaDi UMKM memfasilitasi pertemuan antara pelaku UMKM dengan pembeli dari BUMN atau sektor swasta yang memiliki kebutuhan besar akan barang dan jasa.
“Inisiatif Business Matching yang dihadirkan PaDi UMKM ini merupakan bukti nyata Telkom dalam membangun ekosistem digital yang kuat. Teknologi yang dihadirkan diharapkan dapat menjawab tantangan UKM, terutama dalam hal kemudahan akses serta peningkatan skala bisnis di bidang B2B,” jelas EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa dalam keterangannya, Kamis, 3 Oktober 2024.
Inisiatif PaDi UMKM itu juga sejalan dengan upaya Telkom dalam mendukung inisiatif keberlanjutan, dengan memperkenalkan solusi digital yang lebih ramah lingkungan dan inklusif. Digitalisasi transaksi melalui PaDi UMKM itu membantu pula UMKM mengurangi penggunaan kertas, mempercepat proses administrasi, dan memastikan transparansi dalam setiap transaksi.
UMKM sendiri dinilai memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia. Meski demikian, banyak UMKM yang masih kesulitan memperluas pasar, terutama di sektor B2B.
“Dengan inovasi seperti Business Matching, PaDi UMKM membuka jalan bagi 64 juta UMKM di Indonesia untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Ke depan, platform PaDi UMKM akan terus menjadi penggerak utama dalam membantu UMKM dalam meningkatkan penjualan, meraih pasar yang lebih luas, dan berkompetisi secara global,” jelasnya.
Melalui Business Matching, PaDi UMKM diakui telah membantu UMKM terhubung langsung pembeli potensial yang mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.
Perwakilan UMKM UD Ganessa Stationery, Lia mengatakan business matching PaDi UMKM memungkinkan pihaknya menjalin kerja sama dengan pembeli besar yang sebelumnya cukup sulit dijangkau.
“Hasilnya, penjualan kami meningkat drastis beberapa bulan terakhir dan berpotensi meningkatkan omzet tahunan kami ke depan secara signifikan. Contohnya saat business matching di Bali, Juni lalu, kami berhasil mencatat 69 transaksi,” katanya.
Tak hanya sekadar mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, platform itu juga membantu UMKM memahami cara bermain di pasar B2B. Lewat program PaDi Talks dan Temu Sobat, pelaku UMKM diajari cara meningkatkan daya saing melalui digitalisasi, memanfaatkan teknologi, hingga mengelola transaksi lebih efisien.
Hal ini tidak hanya meningkatkan skala bisnis UMKM, tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan aneka keunggulan tersebut, PaDi tercatat telah memfasilitasi ribuan transaksi untuk membantu UMKM meningkatkan skala bisnis mereka. Hingga kini, lebih dari 9.000 pembeli B2B telah terdaftar di platform ini guna memberikan UMKM akses ke pasar besar yang sebelumnya sulit dicapai.






