Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Defisit Tak Tembus 3 Persen 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin kondisi fiskal Indonesia masih aman, meski harga minyak mentah dunia naik tinggi.

Kenaikan harga minyak mentah dunia ini seiring dengan konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang kian memanas.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyebut Presiden bertanya terkait kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini.

“Dia tanya kondisi anggaran gimana. Saya bilang aman dengan beberapa action. Jadi, seharusnya sih enggak ada masalah,” ujar Purbaya.

Purbaya menerangkan bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan langkah-langkah strategis untuk memastikan APBN tetap kokoh. Salah satu poin krusial yang ditegaskan adalah komitmen menjaga defisit anggaran agar tidak melampaui batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkeu memastikan pemerintah belum memerlukan opsi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk memperlebar defisit.

“Aman tuh saya enggak akan nembus 3% dari PDB ya, defisit. Enggak (ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang), sudah kita hitung, kita siapin semua kira-kira aman,” tegas Purbaya.

Pemerintah mengakui adanya tantangan pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipatok US$ 70 per barel dalam APBN, sementara harga pasar kini bertengger di atas US$ 100 per barel. Purbaya menyebut, jika tanpa penyesuaian, defisit bisa membengkak hingga 3,6%.

Namun, ia meyakinkan publik bahwa serangkaian strategi mulai dari penghematan belanja hingga optimalisasi pendapatan telah disiapkan.

“Even dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Dan kita akan melakukan langkah-langkah, entah penghematan, entah ini, peningkatan pendapatan, supaya APBN kita aman. Dan sampai sekarang hitungannya sih masih aman,” jelas Purbaya.

Selain penghematan, pemerintah akan mengandalkan keuntungan tidak terduga dari kenaikan harga komoditas untuk menambal beban anggaran.

“Kan ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk memastikan itu (defisit) enggak tembus. Dan kita juga ada windfall profit kan. Kita akan maksimalkan windfall profit juga. Jadi, seharusnya enggak ada masalah,” imbuh ia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan