Larangan Study Tour Tidak Bijak, PHRI: Bisa Ganggu Keberlangsungan Industri Hotel dan Restoran

Ilustrasi Hotel

bogortraffic.com, BANTEN – Kebijakan larangan study tour bagi siswa sekolah mendapat sorotan tajam dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten. Ketua Harian PHRI Banten, GS Ashok, menyebut kebijakan tersebut tidak bijak dan berpotensi mengancam keberlangsungan industri perhotelan dan restoran, khususnya di daerah.

Ashok menjelaskan, industri hotel tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh banyak sektor lain seperti UMKM dan industri rumah tangga yang ikut menciptakan perputaran ekonomi lokal.

Bacaan Lainnya

“Selama objeknya tidak disebut, misalnya dilarang wisuda di hotel, nah itu kami marah. Tidak bijak gitu. Satu sisi mau efisiensi, tapi jangan juga membunuh industri,” kata Ashok dalam keterangannya pada Minggu (4/5/2025).

Menurutnya, industri hotel saat ini sudah lebih dulu terpukul akibat kebijakan efisiensi anggaran di awal pemerintahan Presiden Prabowo, yang bahkan berdampak pada penutupan dua hotel di wilayah Jawa Barat. Di Banten sendiri, beberapa hotel mengalami penurunan okupansi drastis hingga harus menutup sebagian operasionalnya.

Lebih lanjut, Ashok menyoroti dampak sosial dari kebijakan tersebut, khususnya terhadap lulusan SMK Pariwisata yang kini menghadapi tantangan semakin sempitnya lapangan kerja.

“Ironinya nanti anak-anak SMK Pariwisata, setiap tahun mereka lulus, tapi kalau industri hotel terus melemah, ke mana mereka harus bekerja?” ujarnya.

Ashok menambahkan bahwa hotel-hotel kini harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, termasuk merumahkan sebagian karyawan dan menutup operasional di beberapa lantai hotel demi efisiensi.

“Kalau hotel itu kan terdiri dari beberapa lantai ya, sejak efisiensi itu beberapa lantai tidak kita operasikan. Karyawan pun banyak yang kita rumahkan sebagian,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada industri, menurut Ashok, kebijakan semacam ini juga berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari sektor pariwisata. Ketika kinerja hotel menurun, maka otomatis setoran pajak daerah dari sektor ini juga ikut turun.

“Sebetulnya otomatis PAD turun, pendapatan asli daerah dari pariwisata. Kan pajak-pajaknya turun. Efisiensi ini dampaknya luas, tapi kadang kita lupa ada sektor-sektor yang terdampak langsung,” tegasnya.

PHRI Banten berharap pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan larangan study tour dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan