bogortraffic.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan secara terbatas (soft launching) platform digital InaExport dengan sejumlah fitur dan layanan baru di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Peluncuran ini menjadi awal transformasi InaExport sebagai national export gateway guna memperluas akses pasar ekspor produk Indonesia.
Mendag Budi Santoso (Busan) menyampaikan bahwa pelaku usaha domestik memerlukan ekosistem digital yang ramah dan suportif agar mampu bersaing secara global.
“Produk UMKM kita yang berkualitas perlu didukung dengan ekosistem yang ramah untuk merambah pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kita perlu etalase yang dapat mempromosikan produk-produk tersebut. Salah satu etalase yang kita miliki adalah platform InaExport,” kata Mendag Busan.
Melalui pengembangan kali ini, InaExport dilengkapi lima layanan utama, meliputi instrumen CEK Ekspor untuk asesmen eksportir, fitur simulasi interaktif Export Sandbox dan Chatbot, layanan inquiry menghubungkan buyer, Dashboard Peluang Ekspor, serta penyediaan market intelligence.
Mendag Busan menjelaskan, penguatan InaExport ini merupakan perwujudan dari tiga program utama Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan program Dari Lokal untuk Global.
“Saat ini, Indonesia memiliki 25 perjanjian dagang yang sudah terimplementasi,” kata Mendag Busan.
Ia membeberkan bahwa program pendukung ekspor UMKM telah mencatatkan kenaikan performa dan nilai transaksi yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“UMKM BISA Ekspor 2025 menghasilkan transaksi sebesar USD 134,87 juta. Untuk Januari—Agustus 2026, transaksi sudah mencapai USD 346,99 juta,” ujar Mendag Busan.
Dalam acara tersebut, Kemendag turut mengukuhkan kerja sama dengan 19 mitra strategis lewat penandatanganan MoU. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengungkapkan tren positif lonjakan pengguna platform digital ini.
“Anggota InaExport yang terverifikasi saat ini mencapai sekitar 15 ribu. Melalui platform ini, sekitar 160 permintaan informasi (inquiry) dari buyer internasional dan perwakilan perdagangan RI telah ditindaklanjuti oleh eksportir Indonesia yang relevan,” ujar Puntodewi.
Dukungan juga mengalir dari pelaku industri. Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, menyambut positif kehadiran platform yang membantu memetakan pasar global.
“Kegunaan INAExport sangat besar karena memberikan informasi mengenai potensi ekspor dengan negara lain. Mudah-mudahan, anggota kami dapat memanfaatkan kesempatan ini agar Indonesia dapat menjadi sentra produksi dan mampu berjualan ke berbagai negara,” ujar Budi.





