Universitas Trisakti Kenalkan Seni Menggambar Tinta, Dorong Anak Lebih Kreatif

Poster PKM Mengambar. (Foto: Dok. Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti)

bogortraffic.com, JAKARTA– Di era digital yang serba cepat, banyak anak yang lebih tertarik menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan terlibat dalam kegiatan kreatif seperti menggambar. Untuk mengatasi masalah ini, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti menyelenggarakan program pelatihan menggambar menggunakan tinta yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik anak-anak.

Pelatihan ini memberikan pengalaman unik kepada anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui seni abstrak dan permainan warna. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Malaka Jaya dan dihadiri oleh anak-anak yang tertarik mengeksplorasi dunia seni dengan cara yang lebih menyenangkan dan mendidik.

Bacaan Lainnya
(Sumber Foto: Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti)

“Kami ingin anak-anak belajar mengekspresikan diri mereka tanpa batasan, karena seni adalah medium penting untuk perkembangan holistik di tengah tantangan dunia modern,” ujar Bambang Triwardoyo, salah satu penggagas pelatihan dari Universitas Trisakti dalam tulisan ilmiah yang berjudul “PKM Menggambar Dengan Tinta
Sebagai Aktifitas Yang Menyenangkan Dan Kreatif Untuk Anak”.

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini melibatkan pendekatan bebas dan tidak berstruktur, di mana anak-anak diberi kebebasan penuh untuk bereksperimen dengan tinta dan media kertas. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi warna dan bentuk tanpa harus khawatir tentang aturan atau hasil akhir yang sempurna.

Menurut Bambang, menggambar dengan tinta bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses yang melibatkan emosi dan imajinasi.

“Anak-anak yang terlibat dalam seni abstrak dapat meningkatkan keterampilan motorik halus mereka, sekaligus membangkitkan kepekaan estetika yang penting bagi perkembangan mereka,” tambahnya.

Pelatihan ini juga bertujuan untuk menjauhkan anak-anak dari ketergantungan pada gadget yang berdampak negatif pada kreativitas dan kesehatan mental mereka. Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung kehilangan minat dalam kegiatan fisik dan kreatif yang mendukung perkembangan otak kanan.

Dengan adanya program seperti ini, diharapkan anak-anak dapat lebih mengenal dan menghargai seni sebagai bagian dari keseharian mereka, serta mampu mengembangkan kreativitas yang seimbang di tengah dunia digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan