bogortraffic.com, BOGOR- Program pelunasan ijazah yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bogor untuk membantu siswa kurang mampu mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Kota Bogor. Program ini bertujuan untuk membantu pelunasan tunggakan biaya pendidikan siswa, sehingga ijazah mereka bisa segera diterima tanpa terkendala masalah finansial.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ence Setiawan menyatakan, bahwa sebagai bagian dari fungsi pengawasan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap program-program pemerintah yang berhubungan dengan pendidikan, termasuk pelunasan ijazah. Namun, menurutnya, program ini masih menghadapi berbagai kendala dalam implementasinya.
“Kami menerima laporan dari Dinas Pendidikan dan Bagian Kesra Setda Kota Bogor terkait permasalahan yang dihadapi dalam program pelunasan ijazah. Banyak sekolah belum mendaftarkan siswa penerima bantuan karena besaran bantuan dianggap tidak sebanding dengan total tunggakan yang harus dibayarkan,” jelas Ence pada Rabu (16/10/2024).
Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Bogor, terdapat 58 siswa dari 6 sekolah tingkat SMA sederajat yang telah terdaftar dalam program ini, dari total 136 sekolah di wilayah tersebut. Namun, hingga saat ini, penyaluran bantuan baru mencapai 35 persen.
Sementara itu, untuk tingkat SMP sederajat, penginputan data dilakukan oleh dua sekolah, dan berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, realisasi pencairan dana mencapai 82 persen.
“DPRD Kota Bogor akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pelunasan ijazah ini, mengingat hasil yang diperoleh belum maksimal,” ungkap Ence.
Ia menegaskan bahwa program ini harus terus berjalan sebagai salah satu solusi untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi generasi mendatang. Selain itu, DPRD juga meminta agar pihak sekolah tidak menahan ijazah siswa meskipun ada tunggakan pembayaran, karena pemerintah berjanji akan terus hadir untuk membantu mengatasi masalah tersebut.
Program pelunasan ijazah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswa yang mengalami kendala ekonomi, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja tanpa terhambat oleh tunggakan biaya sekolah.






