FPAR UP Dukung Pelestarian Tradisi Sidekah Bumi di Lembur Sawah, Bogor

FPAR UP Dukung Pelestarian Tradisi Sidekah Bumi di Lembur Sawah, Bogor

bogortraffic.com, BOGOR- Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila (FPAR UP) terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui program pendampingan tradisi Sidekah Bumi di Kampung Wisata Lembur Sawah, Bogor, Jawa Barat, yang telah dilakukan sejak tahun 2022.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam menjaga warisan budaya serta mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai luhur Pancasila.

Bacaan Lainnya

“Keterlibatan Universitas Pancasila dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan visi pembangunan berkelanjutan,” ujar Azra Mashita, Koordinator Tim Pendamping dari Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, di Kampus UP Jakarta, Rabu (2/7).

Menurut Azra, Sidekah Bumi bukan sekadar helaran budaya, melainkan warisan spiritual dan sosial yang memperkuat rasa syukur kepada Sang Pencipta serta kepedulian terhadap alam sebagai sumber kehidupan. Tradisi ini juga menjadi refleksi kuat dari nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan kearifan lokal masyarakat agraris.

Dalam program pendampingan, FPAR UP mengusung pendekatan agro-heritage tourism yang menggabungkan pelestarian budaya, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi warga.

“Pendampingan ini mendapat pengakuan internasional dengan diraihnya penghargaan Cultural Preservation Winner dari Asia Pacific Responsible Event Awards 2025 yang diselenggarakan oleh APIEM,” tambah Azra.

Melalui sinergi lintas tahun ini, Universitas Pancasila juga mengaktualisasikan program Kampus Berdampak, yang menghubungkan akademik dengan realitas sosial secara langsung, partisipatif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran kontekstual berbasis nilai Pancasila.

Puncak kegiatan Sidekah Bumi tahun ini juga dirangkaikan dengan Festival Jajanan Lembur, di mana masyarakat dapat menikmati kuliner lokal dengan cara unik: bertransaksi menggunakan koin dari batok kelapa. Inisiatif ini memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan pelestarian UMKM lokal.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat dan pihak kampus yang aktif dalam menjaga adat dan budaya lokal.

“Sidekah Bumi ini bagian dari tradisi Bogor yang luar biasa dan harus dilestarikan. Kami berharap warga bisa menjaga itu sekaligus juga menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” ujarnya.

Helaran budaya Sidekah Bumi yang digelar di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor ini telah menjadi tradisi sejak abad ke-17. Prosesi utamanya adalah arak-arakan 18 dongdang berisi hasil bumi seperti padi, buah-buahan, sayuran, makanan olahan, hingga hasil kerajinan tangan warga.

Tradisi ini berpuncak pada doa bersama di situs bersejarah Singa Manggala, yang memperkuat dimensi spiritual dan sosial dari acara ini. Nilai-nilai syukur, pelestarian alam, serta kesadaran budaya menjadi pesan utama dalam setiap prosesi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan