Ratusan Pedagang Demo di Depan Balai Kota Bogor, Tolak Relokasi Pasar yang Dinilai Sepihak

Ratusan pedagang Pasar Bogor menggelar aksi demonstrasi damai di depan Balai Kota Bogor, Senin (1/7).

bogortraffic.com,  BOGOR – Ratusan pedagang Pasar Bogor menggelar aksi demonstrasi damai di depan Balai Kota Bogor, Senin (1/7), sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi pasar yang diumumkan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Para pedagang menyuarakan keresahan mereka atas kebijakan yang dinilai sepihak dan tanpa kejelasan mekanisme yang adil.

Bacaan Lainnya

Dalam aksi tersebut, para pedagang membawa spanduk, poster, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan. Mereka menolak dipindahkan ke Pasar Jambu Dua atau Pasar Sukasari sebelum ada kejelasan terkait lokasi, kondisi kios, serta sistem pembagian tempat berjualan.

“Kami menolak dipindahkan sebelum ada penjelasan yang pasti dan tertulis. Banyak dari kami sudah puluhan tahun mencari nafkah di Pasar Bogor, ini bukan perkara sepele,” kata salah seorang pedagang dalam orasinya.

Tak hanya pedagang, warga sekitar juga turut memberikan dukungan. Mereka menyatakan prihatin terhadap dampak sosial dan ekonomi yang bisa timbul akibat relokasi tersebut.

“Keputusan relokasi ini terasa tidak adil. Pasar Bogor bukan hanya pusat ekonomi warga kota, tapi juga masyarakat luar daerah. Kalau dipindah tanpa perencanaan matang, pedagang kecil yang paling terdampak,” ujar seorang warga yang turut hadir dalam aksi.

Ia menambahkan bahwa relokasi ini berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti meningkatnya angka pengangguran, turunnya daya beli, dan terganggunya aktivitas ekonomi warga.

Rencana relokasi ini diketahui publik sejak awal 2025, namun saat itu banyak yang menganggapnya hanya wacana. Kini, ketika realisasi semakin dekat, gelombang kekhawatiran dan penolakan pun muncul dari berbagai pihak.

Pemerintah Kota Bogor sebelumnya menyatakan bahwa relokasi ini merupakan bagian dari upaya penataan kota dan modernisasi fasilitas pasar. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan teknis yang memuaskan bagi para pedagang terkait proses transisi.

“Kalaupun harus pindah, tolong siapkan tempat yang layak, strategis, dan tidak menyulitkan pembeli maupun pedagang. Jangan sampai kami kehilangan mata pencaharian,” ujar seorang pedagang lainnya.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib dan menjadi pengingat bahwa kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas harus melibatkan dialog dan partisipasi aktif dari warga yang terdampak langsung.

Para pedagang pun berharap pemerintah kota segera membuka ruang komunikasi yang transparan dan solutif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan