bogortraffic.com, BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menyatakan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pemerintah daerah di sekitarnya, seperti Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Kota Depok, untuk mengatasi maraknya aksi tawuran pelajar. Menurut Hery, sebagian besar pelaku tawuran yang beraksi di Kota Bogor ternyata berasal dari luar kota.
“Aksi tawuran ini bukan hanya membutuhkan tindakan represif di dalam Kota Bogor saat kejadian terjadi, tapi juga perlu pencegahan sejak dari sumbernya, yaitu dari wilayah kabupaten-kabupaten tetangga,” kata Hery, Senin (28/10/2024) di Bogor.
Hery menjelaskan bahwa aksi tawuran sering kali muncul dari anak-anak muda yang memiliki energi tinggi dan sedang mencari jati diri, yang kemudian berujung pada konflik emosional. Hal ini tidak hanya terjadi di Bogor, namun juga menjadi masalah di daerah lain.
“Semua kota menghadapi masalah ini, tetapi di Kota Bogor kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, untuk menyosialisasikan bahaya tawuran di sekolah-sekolah,” ujarnya.
Selain upaya preventif, Hery mengatakan bahwa kepolisian juga rutin melakukan langkah-langkah pengawasan, termasuk razia di sekolah-sekolah, dengan harapan dapat mengurangi potensi tawuran antar pelajar. Menurutnya, Kapolresta Bogor juga terlibat aktif dalam penanganan di lapangan, serta berkoordinasi dengan kepolisian daerah di sekitar Bogor.
“Peran polisi sangat penting untuk penindakan di dalam kota, dan saya pun akan menggalakkan koordinasi dengan wilayah sekitar untuk upaya pencegahan lebih lanjut,” tutup Hery.






