bogortraffic.com, BOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor dijadwalkan menerima hasil pemeriksaan kesehatan kelima bakal calon wali kota dan wakil wali (Cawalkot) kota Bogor pada Senin (2/9/2024).
Ketua KPU Kota Bogor, Habibie Zaenal, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan tersebut akan diserahkan langsung oleh tim dokter dari RSUD Kota Bogor, setelah kelima pasangan calon menjalani pemeriksaan pada Minggu (1/9/2024).
“Senin ini kita langsung menerima dari tim dokter. Apapun itu hasilnya, nanti kami akan sampaikan kepada pasangan calon tersebut melalui LO,” ujar Habibie saat dikonfirmasi, Senin (2/9/2024).
Pemeriksaan kesehatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses Pilkada 2024. Sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 1090 Tahun 2024, terdapat 11 jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, termasuk tes kesehatan jiwa, psikotes, tes narkotika, penyakit dalam, THT, paru-paru, hingga jantung dan pembuluh darah.
Tes kesehatan ini bertujuan untuk menilai apakah para bakal calon memiliki kualifikasi kesehatan yang memadai untuk menjalani tugas sebagai kepala daerah. Habibie menegaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan ini dapat memengaruhi status kelayakan para bakal calon. Jika ada aspek yang tidak terpenuhi dalam pemeriksaan, hal itu bisa berdampak pada kelayakan mereka untuk melanjutkan pencalonan.
“Ada masa perbaikan jika ditemukan permasalahan dalam tes kesehatan. Jika permasalahan tersebut tidak dapat diperbaiki, bisa jadi pasangan calon harus diganti,” jelas Habibie.
Kelima pasangan calon yang telah menjalani tes kesehatan ini resmi mendaftar di KPU Kota Bogor pada Minggu (1/9/2024). Berikut nama-nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor:
1. Dedie Rachim-Jenal Mutaqin, diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, Demokrat, Gelora, dan Perindo.
2. Sendi Ferdiansyah-Melli Darsa, diusung oleh Partai Golkar, Nasdem, dan PSI.
3. Raendi Rayendra-Eka Maulana, diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
4. Rena Da Frina-Teddy Risandy, diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
5. Atang Trisnanto-Annida Alivia, diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Proses pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan bahwa setiap calon kepala daerah memiliki kemampuan fisik dan mental yang prima untuk memimpin Kota Bogor dalam lima tahun mendatang.





