bogortraffic.com, BOGOR – Ribuan warga di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kekeringan ini dipicu oleh menurunnya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir, yang menyebabkan sumur warga dan sumber air lainnya mengering.
“Dikarenakan intensitas hujan yang menurun berkepanjangan, debit air sumur dan sumber air warga menjadi kering,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Kamis (22/8).
Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Warga setempat kemudian melaporkan situasi tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
“Kami menerima laporan kekeringan ini pada Rabu (21/8) kemarin,” tambah Adam.
Terdapat dua desa yang terdampak kekeringan, yaitu Desa Jonggol dan Desa Sukanegara. Di Desa Jonggol, kekeringan melanda Kampung Bengkok, Haur Kuning, dan Kujang. Sementara itu, di Desa Sukanegara, Kampung Dayeuh dan Leuwi Jati menjadi wilayah yang terdampak.
“Di Kampung Bengkok ada 538 warga terdampak, Kampung Haur Kuning 827 jiwa, dan Kampung Kujang 816 jiwa. Sedangkan di Kampung Dayeuh terdapat 752 jiwa terdampak dan Kampung Leuwi Jati ada 786 jiwa,” jelasnya.
Untuk membantu warga yang terdampak, BPBD Kabupaten Bogor telah mengirimkan bantuan air bersih. Sebanyak 20 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak oleh tim TRC-PB BPBD Kabupaten Bogor.
Upaya pendistribusian air bersih ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang sedang menghadapi kekeringan. Pihak BPBD juga terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan bantuan air bersih terus berjalan sesuai kebutuhan.





