Ramadan Kareem, ini Hukum dan Tata Cara Niat Puasa Ramadan

Ilustrasi berdoa

bogortraffic.com, BOGOR- Bulan suci Ramadan telah tiba, Umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Salah satu syarat sah puasa adalah niat yang dilakukan sebelum fajar.

Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah niat harus diperbarui setiap malam atau cukup sekali di awal Ramadan.

Bacaan Lainnya

Beberapa Pendapat Ulama tentang Niat Puasa : 

Mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hambali: Ulama dari ketiga mazhab ini berpendapat bahwa niat puasa harus diperbarui setiap malam sebelum fajar. Mereka berpendapat bahwa setiap hari puasa merupakan ibadah tersendiri, sehingga memerlukan niat yang terpisah.

Mazhab Maliki: Berbeda dengan pendapat sebelumnya, ulama Maliki berpendapat bahwa niat puasa cukup dilakukan sekali di awal Ramadan untuk mencakup sebulan penuh. Mereka memandang puasa Ramadan sebagai satu kesatuan ibadah yang tidak terpisahkan.

Syaikh Imam al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah al-Qulyubi menyatakan. “Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadan untuk niat berpuasa sebulan penuh, guna mengambil manfaat dari pendapat Imam Malik pada hari ketika lupa niat, karena menurut beliau niat tersebut mencukupi untuk seluruh bulan.”

Tata Cara Niat Puasa:

Niat Harian: Bagi yang mengikuti pendapat mayoritas ulama, niat puasa dilakukan setiap malam sebelum fajar. Berikut adalah lafaz niatnya:

Arab:

  نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Niat Sebulan Penuh: Bagi yang mengikuti pendapat Mazhab Maliki atau sebagai langkah antisipasi jika lupa berniat di malam tertentu, berikut adalah lafaz niatnya:

Arab:

  نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadhana hadzihis sanati taqlidan lil Imam Malik fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai frekuensi niat puasa, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti keyakinan dan mazhab yang dipegangnya.

Bagi yang khawatir lupa berniat, menggabungkan niat sebulan penuh di awal Ramadan dan tetap berniat setiap malam bisa menjadi solusi. Hal ini sejalan dengan pendapat Syaikh Imam al-Qulyubi yang menganjurkan niat sebulan penuh sebagai langkah antisipasi.

Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan serta ketakwaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan