bogortraffic.com, JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan sebanyak 39 korban akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta dirawat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025).
Dari jumlah tersebut, enam orang mengalami luka berat, sementara puluhan lainnya menderita luka ringan hingga gangguan pada pendengaran.
“Sebanyak 24 orang dirawat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, 6 orang di antaranya mengalami luka berat,”
ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan melalui keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Menurut keterangan Yohan, berdasarkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi, ledakan terjadi sesaat sebelum Salat Jumat dimulai. Peristiwa tersebut mengagetkan para siswa dan jamaah yang sedang berada di sekitar area sekolah.
“Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu terjadi sesaat sebelum Salat Jumat. Mendadak, saat khotbah Jumat berlangsung, terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula,” tuturnya.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat bahwa 15 korban lainnya dirawat di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading. Beruntung, mereka tidak mengalami luka berat.
“Korban yang berada di Puskesmas Kelapa Gading ada sebanyak 15 orang, yang mana tidak ada luka berat, hanya gangguan pada telinga,” jelas Yohan.
Saat ini, pihak berwenang bersama Polda Metro Jaya, Damkar Jakarta Utara, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab ledakan yang sempat menimbulkan kepanikan di kawasan sekolah.
Sebelumnya, diketahui bahwa ledakan terjadi di area aula SMAN 72 Jakarta, yang berlokasi di Kompleks TNI AL Kodam, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Suara ledakan terdengar cukup keras hingga ke lingkungan sekitar sekolah.





