bogortraffic.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada jajarannya untuk inisiatif membersihkan birokrasinya masing-masing dari perilaku korupsi. Jika ada yang melanggar, ia memerintahkan untuk segera ditindak.
Presiden bshkan menyinggung kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kinerja institusi di bawah Kementerian Keuangan itu dinilai harus segera diperbaiki.
Prabowo tegaskan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar pimpinan DJBC diganti jika dirasa tidak mampu memperbaiki. Sebagaimana informasi, saat ini DJBC dipimpin Djaka Budhi Utama sebagai Direktur Jenderal.
“Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” kata Presiden Prabowo dalam rapat paripurna di DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKN RAPBN 2027, Jakarta, Rabu (20/5).
.”Jangan ragu-ragu yang melanggar, tindak. Sekali lagi semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang dan praktek-praktek yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ucap Prabowo.
Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintahan yang santai yang leha leha, pemerintah yang kumaha engke wae, kita harusnya jadi pemerintah yang didorong engke kumaha
“Tidak ada pejabat yang tidak bisa diganti! Rakyat menuntut pemerintah yang bener dan baik, jangan mentang mentang jadi ASN tidak bisa diberhentikan, kalau nggak suruh dia tinggal dirumah saja biar dia malu sama istri dan anak anaknya! Tegas Prabowo.
Presiden mengaku masih banyak mendapat laporan dari para pengusaha yang mengeluh karena mendapati pungutan liar (pungli). Menurutnya, pemerintah yang dipimpin harus berani memperbaiki semua institusi.
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua,”
“Saya sedih kalau ada pejabat masih suka korupsi, itu cepet ketahuan sekarang ada tehnologi yang kita radar sampai ke bawah tanah!” Pungkasnya.***





