Polri Kerahkan 155 Personel dan 4 K9: Pencarian Korban Longsor Majenang Diperdalam di Sektor A2 dan A3

Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru unit K9.

bogortraffic.com, BOGOR – Operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, memasuki hari keempat dengan rangkaian kegiatan yang semakin intensif. Sejak pagi, tim SAR gabungan memperdalam pencarian di sektor A2 dan A3 berdasarkan pola timbunan sebelumnya dan penandaan terbaru unit K9.

Cuaca yang relatif cerah memungkinkan perluasan galian, namun kehati-hatian tetap diterapkan karena tanah di sepanjang lereng masih bergerak. Tim Polri memulai hari dengan melakukan briefing evaluasi bersama BPBD dan Basarnas, termasuk penentuan jalur masuk aman dan penempatan titik kontrol untuk menghindari pergerakan tanah yang sulit diprediksi.

Bacaan Lainnya

Hingga malam sebelumnya, sembilan korban telah ditemukan dan seluruhnya teridentifikasi oleh Tim DVI. Dengan demikian, dari total 20 warga yang dinyatakan hilang pada awal kejadian, kini tersisa 11 korban yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian bergerak semakin terarah berdasarkan pola temuan dan analisis struktur longsoran hari sebelumnya.

Pencarian di sektor A2, lokasi penemuan dua jenazah dan body part sebelumnya, dijadikan acuan untuk memperkirakan arah sebaran material longsor. Sementara sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena pola timbunan berlapis-lapis membutuhkan kerja manual yang lebih berat.

Dalam mendukung pencarian, Polri menurunkan total 155 personel—125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob—yang bekerja dalam pola bergilir. Empat anjing pelacak (K9) dari Polda Jateng, Polresta Banyumas, dan Polres Temanggung juga terus bekerja melakukan penandaan titik-titik yang berpotensi menyimpan korban tertimbun.

Setiap kali K9 memberikan tanda, tim teknis Polri langsung memasang patok penanda dan melakukan penggalian manual untuk menjaga keselamatan. Di beberapa titik, Polri juga memasang alat sederhana pemantau retakan tanah.

Pelayanan kesehatan menjadi salah satu elemen yang terus diperkuat sepanjang operasi. Petugas medis Polri bekerja di dua titik: RSUD Majenang sebagai pusat rujukan, dan pos pelayanan kesehatan lapangan dekat lokasi longsor.

Di posko lapangan, petugas memberikan perawatan cepat bagi warga yang mengalami kelelahan, syok ringan, hipotermia, hingga serangan panik. Untuk mengurangi antrian, jalur pasien dibagi menjadi pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung.

Selain itu, pelayanan psikologis melalui program trauma healing turut diperluas cakupannya. Polri mengerahkan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, dibantu konselor Polresta Cilacap serta relawan psikososial.

Tim ini melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga selamat dan menyediakan aktivitas pendampingan seperti permainan terarah bagi anak-anak. Hingga malam sebelumnya, sebanyak 48 warga telah menerima layanan aktif.

Kapolresta Cilacap menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan bahwa seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan