Kepala Humas BPKH Nurul Qoyimah Raih Penghargaan TOP 50 Kartini Humas Indonesia

JAKARTA – Meramaikan rangkaian puncak acara Sewindu PR Indonesia, untuk kali pertama, HUMAS INDONESIA, bagian dari PR INDONESIA Group, menghadirkan 50 Kartini HUMAS INDONESIA.

Apresiasi ini diberikan kepada para perempuan yang bergerak di bidang humas tanah air, atas kontribusi dan kinerjanya yang menginspirasi di dunia komunikasi.

Berita Lainnya

Seleksi melibatkan empat dewan juri, yakni Founder dan CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan, CEO Center for Public Relations, Outreach and Communication Emilia Bassar, Direktur Komunikasi Rajawali Foundation Fardila Astari, dan Founder dan CEO, Communications and Social Impact Advisor/President IABC Indonesia Elvera N. Makki.

Kepala Divisi Humas dan Admin Kantor Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Nurul Qoyimah, meraih penghargaan Top 50 Kartini Humas Indonesia kategori Humas Lembaga Negara dalam Sewindu Night PR Indonesia 2023, yang berlangsung di Ballroom Casa Grande, Merlynn Park Hotel Jakarta, Kamis (21/9)

 

Perempuan peraih gelar Magister Ilmu Komunikasi, Studi Komunikasi dan Media, Universitas Pelita Harapan ini, berkecimpung selama 14 tahun di dunia pertelevisian.

Bersama BPKH, Nurul ingin mensyiarkan kinerja positif kepada khalayak tentang lembaga ini, termasuk menumbuhkan rasa bangga kepada seluruh insan BPKH.

’’Saya berharap dengan peran kehumasan, ke depan semakin banyak umat yang mengenal dan punya rasa memiliki terhadap BPKH,’’ ucap Nurul.

Nurul menilai, peran perempuan di dunia kehumasan kini sudah mengalami pergeseran yang signifikan, semakin strategis.

“Sudah masanya PR wanita menjadi motor penggerak strategis yang mampu membawa citra dan reputasi organisasi dan berkontribusi lebih bagi sekitarnya,’’ kata perempuan yang gemar bercocok tanam ini.

Karakter gigih Raden Ajeng Kartini, tokoh yang menginspirasi penamaan award tahun ini, harus diadopsi insan kehumasan wanita dengan terus meningkatkan daya tahan dan kualitasnya sebagai komunikator.

’’Semangat ibu Kartini harus mampu diterjemahkan dengan kinerja yang endurance dan kerja cerdas,’’ pungkas Nurul.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan