bogortraffic.com, MANGGARAI BARAT — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya bergerak cepat melakukan penilaian (asesmen) keandalan bangunan gedung di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini diambil guna memastikan fasilitas pelayanan publik yang terdampak gempa bumi dapat segera beroperasi kembali secara aman.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan sarana publik menjadi prioritas utama demi menjamin keberlanjutan layanan dasar masyarakat.
”Kementerian PU akan terus membantu pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana. Yang paling penting adalah memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dan mendapatkan pelayanan dasar dengan baik,” ujar Menteri Dody.
Pemeriksaan teknis menyasar sejumlah infrastruktur penting untuk menentukan kelayakan fungsi bangunan pascaguncangan gempa:
- RSUD Komodo: Seluruh gedung esensial (IGD/Ponek, Gedung Pratama, Gedung 1B, D, dan E) dinyatakan aman dan siap melayani pasien kembali.
- Kantor Bupati Manggarai Barat: Berstatus aman untuk kembali mendukung aktivitas pemerintahan daerah.
- SPAM Wae Mese: Instalasi pengolahan air minum beroperasi normal, sedangkan kantor operasional diberlakukan penggunaan terbatas.
- Kawasan Batu Cermin: Penataan kawasan dinyatakan dapat digunakan kembali.
- Perlu Pemeriksaan Lanjutan: Puskesmas Batu Cermin, Penataan Kawasan Puncak Waringin, dan Mako Polres Manggarai Barat.
Plt. Direktur Jenderal Cipta Karya, Meike Kencanawulan, menyatakan bahwa pemeriksaan teknis tidak hanya berfokus pada pendataan kerusakan, tetapi juga memastikan aspek keselamatan sebelum bangunan difungsikan kembali.
”Prinsip utama Kementerian PU adalah memastikan setiap bangunan yang akan kembali digunakan telah melalui pemeriksaan teknis, sehingga masyarakat dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan baik dan pemda dapat segera memulihkan pelayanan publik,” kata Meike.
Kementerian PU bersama BPBD Manggarai Barat dan pengelola fasilitas terus berkoordinasi agar rekomendasi hasil pemeriksaan teknis dapat segera ditindaklanjuti secara bertahap.





