bogortraffic.com, BANTUL – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengerukan sedimen di hulu intake Bendung Kamijoro guna menjaga ketersediaan air irigasi di tengah kondisi kekeringan.
Pendangkalan dan penyumbatan akibat penumpukan sedimentasi di depan pintu pengambilan air sebelumnya sempat memicu penurunan debit air yang masuk ke jaringan irigasi.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Kementerian PU melakukan penggalian dan pengerukan sedimen di area seluas 5.420 meter persegi dengan total material sedimen yang berhasil diangkat mencapai sekitar 16.260 meter kubik.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya respons cepat dan optimalisasi infrastruktur sumber daya air dalam mengantisipasi ancaman kekeringan.
“Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody.
Bendung Kamijoro yang membendung aliran Sungai Progo di perbatasan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo ini melayani Daerah Irigasi Pijenan seluas 2.563 hektare. Pemulihan kapasitas intake ini diharapkan mampu menekan risiko kegagalan panen pada lahan pertanian warga.
Selain fungsi irigasi pertanian, Bendung Kamijoro yang dibangun pada 2016–2018 tersebut diproyeksikan menyuplai air baku sebanyak 300 liter per detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta dan kawasan industri Sentolo, serta 200 liter per detik untuk Kabupaten Bantul.





