bogortraffic.com, SUKAMAKMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Inspektorat terus memperkuat budaya antikorupsi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Langkah konkret tersebut diwujudkan lewat gelaran Road Show Sosialisasi Antikorupsi yang menyasar Kecamatan Sukamakmur, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Pemkab Bogor bersama Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPRD Kabupaten Bogor, serta Penyuluh Antikorupsi guna mendekatkan edukasi integritas kepada aparatur dan masyarakat.
Inspektur Kabupaten Bogor, Arif Setiadi, melalui jajaran Inspektorat menegaskan bahwa rangkaian road show ini adalah bagian dari ikhtiar membina pemerintahan yang bersih, berintegritas, transparan, akuntabel, dan profesional.
Pelaksanaan di Kecamatan Sukamakmur menjadi lokasi keenam dalam rangkaian sosialisasi gabungan sejak Februari 2026, setelah sebelumnya menyasar Cibinong, Sukaraja, Citeureup, Cariu, dan Jonggol. Program ini dijadwalkan terus berlanjut ke kecamatan lain hingga November 2026.
Mengingat peran kecamatan yang sangat strategis sebagai jembatan antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, para camat serta kepala desa diimbau menjadi figur teladan.
”Penguatan budaya antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga melalui keteladanan, pembinaan, serta praktik pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Pihaknya berharap pemahaman mengenai pencegahan korupsi dapat langsung diterapkan dalam pelayanan publik sehari-hari.
”Dengan kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat, budaya integritas diharapkan semakin kuat dan menjadi bagian dari kehidupan pemerintahan serta pelayanan publik di Kabupaten Bogor,” tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Sukamakmur, Andri Rahman, menekankan pentingnya penerapan nilai antikorupsi dari skala terkecil.
“Kita aplikasikan mulai dari diri pribadi. Kemudian bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan setiap aktivitas sesuai dengan kemampuan dan peran kita masing-masing. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat memberikan pencerahan dan pemahaman tentang pentingnya budaya antikorupsi,” ujar Andri.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya edukasi ini dan berharap pemahaman antikorupsi dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan di seluruh lingkungan pemerintahan desa dan masyarakat Sukamakmur.





