Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Bogor Perkuat Kolaborasi Program Bapak Asuh

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin ikuti rakor penanganan stunting Jawa-Bali-Nusa Tenggara, tegaskan komitmen lewat program BAAS dan Bogor Besti.

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mengikuti rapat koordinasi teknis pencegahan dan percepatan penurunan stunting regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara secara daring, Selasa (22/9/2026).

Rakor dipimpin oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto. Eddy menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor berhasil menekan angka stunting nasional dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 19,8 persen pada 2024.

Bacaan Lainnya

“Penurunan ini sangat ditentukan oleh kontribusi bapak ibu semua yang ada di lapangan. Sehingga dengan collaborative government kita bisa mencapai hal ini,” jelas Eddy.

Eddy mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak berpuas diri mengingat target nasional penurunan prevalensi stunting dipatok sebesar 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045.

“Untuk itu, pertemuan kita sangat penting dan strategis, untuk evaluasi serta menentukan arah ke depan seperti apa. Intervensinya seperti apa,” jelasnya.

Ia menambahkan, intervensi stunting memerlukan pendekatan multidimensi mencakup aspek gizi, air bersih, hingga sanitasi lingkungan.

“Intervensi pencegahan dan percepatan penurunan jangan hanya berfokus pada angka prevalensi, tetapi juga perlu memperhatikan jumlah absolutnya. Berdasarkan jumlah absolut, di Pulau Jawa terdapat sebanyak 50 persen balita stunting yang tersebar di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Banten,” urainya.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemkot Bogor untuk mempermudah dan mengoptimalkan penanganan stunting di wilayahnya.

Ia menyampaikan bahwa berbagai program terobosan seperti program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dengan dukungan dana CSR serta pemantauan berbasis digital lewat aplikasi Bogor Besti terus dimaksimalkan untuk mengintervensi gizi balita di Kota Bogor secara tepat sasaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan