Pemkot Bogor Gencarkan Penyuluhan, Perangi Judol dan Pinjol

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo.

bogortraffic.com, BOGOR – Maraknya kasus judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang kian menjamur di tengah masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor.

Tak ingin masyarakat, terutama generasi muda, terus terjerumus ke dalam praktik digital berbahaya ini, Pemkot Bogor mengambil langkah konkret dengan menggelar penyuluhan khusus.

Bacaan Lainnya

Penyuluhan tersebut digelar bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam memerangi dampak sosial dan ekonomi akibat dua fenomena digital tersebut.

Judi online dan pinjol dinilai sebagai jebakan modern yang menyamar dalam kemudahan teknologi dan kerap menipu dengan iming-iming keuntungan instan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo, dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya menjauhi kedua praktik tersebut sejak dini.

“Jauhi judol dan pinjol. Jangan pernah mencoba-coba atau mencicipi bagaimana rasanya judol dan pinjol. Kalau sudah mencoba atau mencicipi, akan ketagihan,” ujar Eko tegas.

Menurut Eko, kerusakan yang ditimbulkan dari ketergantungan terhadap judol dan pinjol bukan hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyerang aspek psikologis dan spiritual individu.

Ia menyebutkan, banyak kasus yang berujung pada kehancuran pribadi karena sulit lepas dari ketergantungan.

“Kalau sudah ketagihan akan sulit lepas. Kalau sulit lepas, jiwa dan masa depan pun bisa terlepas,” tambahnya.

Data dari berbagai lembaga turut memperkuat urgensi penyuluhan ini. Dalam dua tahun terakhir, laporan mengenai pinjol ilegal dan kerugian akibat judi online terus meningkat.

Ironisnya, promosi judol dan pinjol kini makin masif dan menyasar anak muda melalui media sosial dan platform digital lainnya.

Dalam sesi penyuluhan, Eko juga menekankan pentingnya edukasi sejak dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Membangun pola pikir sehat dan rasa syukur atas apa yang dimiliki disebut sebagai kunci utama menghindari jebakan digital.

“Maka daripada itu, jauhi judol dan pinjol agar hidup jadi lebih afdol. Untuk afdol, perbanyak syukur dengan nikmati yang ada, jangan mencari yang tidak ada,” pungkasnya.

Dengan penyuluhan yang terus digencarkan, Pemkot Bogor berharap masyarakat bisa lebih tanggap dan bijak dalam menyikapi godaan digital yang kerap menyamar sebagai solusi cepat, namun justru berujung petaka. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan