Fokus Bangun Karakter, Pemkot Bogor Siapkan Program Barak Militer untuk Anak Bermasalah

Ilustrasi Barak Militer untuk membangun karakter siswa-siswa Jawa Barat. Foto: Dok. YouTube Channel KDM

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merancang program pendidikan berbasis barak militer bagi anak-anak yang dianggap bermasalah atau berperilaku menyimpang.

Program ini merupakan bagian dari pembangunan karakter dan manusia seutuhnya, bukan hanya fokus pada infrastruktur.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, inisiatif ini akan melibatkan Kodim 0606 dan Batalyon Infanteri 315/Garuda yang telah menyatakan kesiapan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Dandim 0606 dan Batalyon 315 juga sudah menyiapkan program barak militer bagi anak-anak yang perlu mendapatkan pendidikan dengan pendekatan kedisiplinan militer. Ini bagian dari pembangunan manusia,” ujar Dedie dalam keterangannya, Kamis (29/5/2025).

Komandan Kodim 0606 Kota Bogor, Letkol Dwi Agung Prihanto, menyebutkan bahwa dua lokasi telah disiapkan sebagai tempat pelaksanaan program barak militer, yakni Barak Yonif 315 dan Pusdikzi di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor.

“Kedua lokasi tersebut sangat strategis dan representatif untuk pelaksanaan pendidikan berbasis disiplin militer,” ungkap Letkol Dwi Agung.

Meski demikian, Letkol Dwi Agung menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan internal antara Pemkot Bogor dan institusi militer.

“Masih sebatas pemberitahuan. Saat ini masih dalam perumusan oleh Pemkot Bogor terkait mekanisme pelaksanaan programnya,” tambahnya.

Program pendidikan berbasis barak militer bukan hal baru di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah menerapkan pendekatan serupa untuk anak-anak yang dinilai “nakal” atau menyimpang dari norma sosial.

Pendekatan ini lebih menekankan pada pembentukan disiplin, rasa tanggung jawab, dan nilai-nilai kebangsaan, sebagai alternatif dari pendekatan pendidikan konvensional yang kerap dianggap tidak efektif bagi kalangan remaja dengan masalah perilaku.

Wali Kota Dedie Rachim menegaskan bahwa program barak militer ini adalah bagian dari strategi pembangunan manusia jangka panjang, khususnya bagi kalangan remaja yang berisiko tinggi terhadap penyimpangan sosial.

“Kita tidak hanya membangun jalan dan infrastruktur. Yang tidak kalah penting adalah membangun sumber daya manusia dengan pendekatan yang sesuai, termasuk dengan kedisiplinan,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi terhadap kenakalan remaja, serta mendukung penanggulangan potensi kriminalitas dan pergaulan bebas di kalangan pelajar.

Pemkot Bogor berkomitmen untuk mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif, namun juga tegas dan mendidik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan