bogortraffic.com, JAKARTA – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) kembali menyelenggarakan Hana Bank Economic Outlook dengan tema “Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026”. Acara ini dihadiri oleh 300 nasabah dan mitra bisnis Hana Bank yang mewakili berbagai sektor industri.
Acara tahunan yang telah digelar konsisten sejak tahun 2010 ini menghadirkan pembicara terkemuka, antara lain Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance, dan Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea.
Direktur Utama Hana Bank, Ko Yung Ryul menyampaikan bahwa tahun 2026 diperkirakan akan membawa berbagai dinamika ekonomi mulai dari penurunan suku bunga di negara-negara besar, tarif bea masuk, volatilitas nilai tukar, hingga berlanjutnya risiko geopolitik.
“Kami berharap seminar ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para nasabah dalam memahami prospek ekonomi tahun 2026 dan merumuskan strategi bisnis di Indonesia. Hana Bank terus berkomitmen menjadi mitra yang terpercaya, memberikan dukungan yang optimal, tumbuh bersama nasabah, dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Ko Yung Ryul dalam sambutannya.
Direktur Utama BEI Iman Rachman memaparkan bahwa pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan yang kuat dan kinerja cemerlang.
“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah tumbuh 16,83% sejak awal tahun hingga 24 Oktober 2025 (year-to-date), dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp16,46 triliun dan investor aktif harian 232.000 orang.”
Iman menambahkan, pertumbuhan IHSG tersebut merupakan yang tertinggi kedua di Asia Tenggara. Menjelang akhir tahun, dia memperkirakan ada potensi pemulihan sentimen pasar domestik yang didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melampaui 5% pada akhir tahun 2025, dengan asumsi belanja pemerintah mampu direalisasikan secara optimal.
Dia menekankan pentingnya paket kebijakan yang akan direalisasikan pada kuartal 4 tahun 2025, yang mencakup bantuan pangan, padat karya, insentif PPh 21, dan diskon tarif transportasi selama liburan akhir tahun. Yunarto menambahkan bahwa tren perdagangan umum dan neraca perdagangan yang positif juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan.
Selain itu, acara ini juga memberikan perspektif global. Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance membagikan pandangannya mengenai prospek ekonomi dan pasar keuangan global, sementara Lee Hwan Joo dari Wealth Management Group Hana Bank Korea membahas tren pajak dan simpanan di Korea serta strategi pewarisan aset.
Hana Bank Economic Outlook adalah wujud komitmen Hana Bank dalam memberikan wawasan strategis kepada nasabah agar dapat merumuskan strategi bisnis yang tepat di tengah dinamika global.






