bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan memperkuat upaya pembudayaan hidup sehat melalui sinergi lintas sektor.
Langkah ini dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, mengatakan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi menjadi tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Sebagian besar penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, peningkatan derajat kesehatan masyarakat bukan hanya mengenai akses terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perubahan perilaku,” ujar Irman, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, penerapan perilaku hidup sehat tidak cukup hanya mengandalkan tanggung jawab individu. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, fasilitas kesehatan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kabupaten Bogor memiliki sekitar 5.000 posyandu yang dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat. Namun, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih perlu terus ditingkatkan.
Irman menyebut penguatan advokasi, koordinasi, manajemen tempat kerja, serta keterlibatan tokoh masyarakat diperlukan agar perilaku sehat dapat berkembang menjadi norma dan budaya di tengah masyarakat.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Yura menegaskan bahwa pembudayaan hidup sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.
Menurutnya, terjadi perubahan pola penyakit yang kini lebih banyak didominasi penyakit tidak menular. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan perilaku dan pola hidup masyarakat.
“Pembudayaan hidup sehat bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Instansi lain juga memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, baik sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja maupun lingkungan lainnya,” katanya.
Narasumber Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Tanita Sakira, menambahkan bahwa konsep PHBS terus dikembangkan menjadi pembudayaan hidup sehat dengan pendekatan yang lebih luas.
Implementasinya mencakup berbagai tatanan, seperti rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan fasilitas kesehatan. Literasi digital juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Kesehatan rakyat merupakan pondasi kekuatan negara. Rakyat yang sehat akan mendukung terwujudnya negara yang kuat,” tegas Yura.
Pemkab Bogor berharap sinergi lintas sektor tersebut mampu membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.





