Resmi Mengaspal! Pemkab Bogor Uji Coba “KaBogor Bus Listrik”

Uji coba bus listrik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor, Minggu (5/4/2026). Foto: Instagram @kabupaten.bogor

bogortraffic.com, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memulai langkah transformatif dalam sistem transportasi publik.

Layanan bus ramah lingkungan bertajuk “KaBogor Bus Listrik” kini mulai diuji coba dengan menyediakan empat armada yang dapat dinikmati masyarakat secara cuma-cuma atau gratis selama tiga bulan ke depan.

Bacaan Lainnya

Peluncuran program ini dilakukan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Minggu.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan transportasi massal yang rendah emisi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kehadiran KaBogor Bus merupakan langkah awal untuk menghadirkan layanan transportasi yang efisien dan hemat energi bagi warga Bogor.

“Bus ini 100 persen listrik dan untuk sementara kita gratiskan. Ke depan akan menggunakan skema buy the service (BTS) yang disubsidi pemerintah pusat dan daerah,” ujar Rudy Susmanto

Rute perdana KaBogor Bus dirancang strategis menghubungkan titik mobilitas tinggi, yakni dari Bojonggede hingga Sentul City.

Bus ini akan berhenti di sejumlah titik penting seperti kawasan AEON serta halte yang terintegrasi langsung dengan layanan TransJakarta di Sentul.

Pemilihan rute ini bukan tanpa alasan. Stasiun Bojonggede diketahui memiliki beban penumpang yang sangat besar, mencapai 50 ribu orang setiap harinya.

“Harapannya masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi, karena sudah tersedia bus yang disiapkan pemerintah,” katanya.

Layanan ini diharapkan menjadi solusi integrasi moda transportasi, sehingga warga yang menuju Jakarta dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Pemkab Bogor akan melakukan evaluasi mendalam terhadap respons masyarakat selama masa uji coba.

Rudy menyampaikan bahwa pemerintah siap menambah jumlah armada lebih cepat jika antusiasme warga tinggi.

“Kalau responsnya baik, sebelum tiga bulan kita akan tambah armada dan kita dorong menjadi layanan permanen,” ujar Rudy.

Tak berhenti di situ, pemerintah daerah juga tengah mengkaji pengembangan transportasi berbasis wisata.

Rencana ambisius yang sedang digodok adalah pengoperasian bus tingkat beratap terbuka yang diproyeksikan melayani rute dari Cibinong hingga kawasan wisata Puncak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan