Motor Listrik United E-Motor Terjual Sebanyak 764 Unit

Bogor Traffic, Otomotif — Penjualan Motor Listrik United E-Motor produk dari PT. terang Dunia Internusa (TDI) telah laku terjual sebanyak 764 unit per Juni 2023. Tingginya minat beli masyarakat seiring dengan adanya subsidi motor listrik yang diberikan pemerintah motor sebesar Rp 7 Juta per unit.

Direktur PT Integral Motor Indonesia-Authorized United E-Motor Jawa Timur Christian Hartono mengatakan, saat ini United E-Motor mengandalkan lebih dari 62 dealer (termasuk authorized store dan sub-store) untuk turut mensukseskan program subsidi motor listrik dari pemerintah.

Berita Lainnya

”Per Juni 2023 sudah lebih dari 764 data yang statusnya sedang menunggu penerbitan STNK dan TNKB). Informasinya bisa cek di Sisapira. Prosesnya mudah, cukup datang ke store United (dealer). Kami bantu cek lolos tidaknya sesuai persyaratan pemerintah,” kata Christian, Minggu (25/6/2023).

Menurutnya, konsumen langsung berhak mendapatkan potongan Rp7 juta baik dengan pembelian tunai maupun kredit.

“Pengecekan hak subsidi tersebut hanya bisa dilakukan oleh produsen motor listrik dan jaringan dealernya” ujar Christian

Sementara itu, Direktur PT TDI Henry Mulyadi menyebut, golongan penerima subsidi motor listrik adalah pelaku UMKM, penerima kredit usaha rakyat, penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau konsumen yang berlangganan listrik rumah 450 – 900 VA.

”Tentu kami menyambut positif program pemerintah ini. Namun, harapan kami ke depan pemerintah bisa memperluas persyaratannya, sehingga lebih banyak lagi konsumen yang berhak mendapatkan subsidi,” ungkapnya.

Henry Mulyadi berpendapat, peminat bantuan pemerintah 7 juta bukan hanya banyak di Jakarta, informasi dari jaringan distribusi seperti dari Semarang, Surabaya, Bali, dan Makassar menyebut bahwa masyarakat antusias mengecek nomor KTP (NIK) ke dealer karena tertarik dengan unit United T Series.

Diketahui, tiga tipe motor listrik United seperti tipe T-1800, TX1-1800, dan TX-3000, semuanya telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 56 – 57 persen dan termasuk produk yang mendapatkan subsidi pemerintah.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan