bogortraffic.com, BOGOR – Produsen wadah penyimpanan makanan terkenal, Tupperware, menghadapi ancaman kebangkrutan serius. Sejumlah anak perusahaan Tupperware di Amerika Serikat bahkan telah mengajukan kebangkrutan akibat kerugian finansial yang terus meningkat.
Dilansir dari BBC, Kamis (19/9/24), Presiden dan CEO Tupperware Brands Corporation, Laurie Ann Goldman, menyatakan bahwa perusahaan sedang meminta izin pengadilan untuk memulai proses penjualan bisnisnya. Selama proses kebangkrutan, perusahaan berencana tetap beroperasi dan melayani pelanggan seperti biasa.
“Kami berencana untuk terus melayani para pelanggan kami yang berharga dengan produk-produk berkualitas tinggi yang mereka sukai dan percayai selama proses ini,” ujar Laurie dikutip dari BBC
Pada tahun lalu, Tupperware sudah memperingatkan bahwa mereka berada di ambang kebangkrutan jika tidak mendapatkan pendanaan baru. Perusahaan telah berupaya menarik minat pasar yang lebih muda, namun penurunan penjualan tetap berlanjut.
Saham Tupperware turun drastis lebih dari 50% minggu ini setelah laporan terkait rencana pengajuan kebangkrutan terungkap. Selama bertahun-tahun, Tupperware berjuang melawan tren penurunan penjualan meski sempat mengalami peningkatan selama pandemi. Pada saat itu, lonjakan penjualan terjadi karena banyak orang mulai memasak di rumah. Namun, kenaikan biaya bahan baku, upah pekerja, dan transportasi menggerus margin keuntungan perusahaan.
Tupperware kini sedang mempersiapkan pengajuan pailit secepatnya, meskipun keputusan akhir mengenai langkah tersebut masih bisa berubah. Nama besar Tupperware, yang selama beberapa dekade telah mendominasi pasar wadah penyimpanan makanan, kini berada di ujung tanduk.
Didirikan oleh Earl Tupper pada tahun 1946, Tupperware dikenal luas karena segel kedap udara fleksibel yang dipatenkan. Kesuksesan Tupperware memuncak pada 1950-an dan 1960-an melalui “Pesta Tupperware,” di mana produk dijual langsung kepada konsumen di acara sosial di rumah. Hingga saat ini, merek Tupperware masih sangat identik dengan produk wadah penyimpanan, meskipun popularitasnya telah menurun.
Dengan ancaman kebangkrutan yang semakin nyata, masa depan salah satu merek paling ikonik dalam industri rumah tangga kini dipertanyakan.
