Siswa Belanda Kunjungi SMAN 4 Bogor, Disambut Tari Saman dan Belajar Budaya Lokal

Siswa Eckart College Eindhoven dan SMAN 4 Bogor, berfoto bersama dalam program pertukaran budaya.

bogortraffic.com, BOGOR – Suasana penuh kehangatan menyambut kedatangan rombongan pelajar dari Eckart College Eindhoven, Belanda, di SMA Negeri 4 Bogor.

Penyambutan meriah ditandai dengan penampilan Tari Saman dan lagu daerah berbahasa Sunda, mencerminkan keramahan khas Indonesia, Senin–Kamis (22–24 April 2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DeTara Foundation, Wilde Ganzen Foundation, Global Exploration, dan Eckart College.

Kepala SMAN 4 Bogor, Yulianti Rosdian, S.Pd, M.Pd, menyebut momen ini sebagai bentuk pembelajaran lintas budaya yang sangat berharga.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan sahabat dari Belanda. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi pembelajaran yang memperkaya wawasan budaya kedua belah pihak,” ujar Yulianti, Kamis (24/4/2025).

Selama tiga hari, para siswa Belanda mengikuti beragam kegiatan edukatif dan budaya, termasuk membuat kerupuk ginseng di kelas inovasi — salah satu produk dari program sekolah sehat berkelanjutan SMAN 4 Bogor.

Mereka juga belajar membatik, mengenakan kostum tradisional, mempelajari gerakan dasar Tari Jaipong, bermain galasin, cing benteng, voli dan basket bersama siswa lokal, serta berlatih pencak silat. Interaksi hangat dan rasa ingin tahu tinggi menjadi ciri kegiatan ini.

“Kami belum pernah membatik sebelumnya. Ini rumit tapi sangat indah. Saya ingin membawa pulang hasil karya saya,” kata salah satu siswa Eckart College dengan antusias.

Selain di sekolah, para siswa asal Belanda juga diajak mengunjungi Balai Kota Bogor, Balai Kirti, Istana Bogor, dan Museum Kepresidenan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Indonesia.

Apresiasi juga datang dari berbagai pihak. Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2, Lima Faudimar, S.STP, mengungkapkan kebanggaannya atas kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya tentang pendidikan, tapi juga tentang empati, budaya, dan kolaborasi global. Kami harap kegiatan ini dapat diperluas ke lebih banyak sekolah,” katanya.

Pengawas Pembina SMAN 4 Bogor, Susianti Rosalina, S.Pd, M.Pd, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata pembelajaran karakter.

“Anak-anak belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, dan mengenali nilai-nilai kearifan lokal. Ini penting untuk membentuk generasi yang inklusif dan terbuka,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur DeTara Foundation, Ir. Latipah Hendarti, M.Sc, menambahkan bahwa kegiatan ini juga berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs).

“SMAN 4 Bogor adalah mitra ideal karena telah menerapkan konsep Adiwiyata dengan baik, mulai dari 3R hingga konservasi keanekaragaman hayati di pekarangan sekolah,” pungkasnya.

Dengan kegiatan ini, hubungan antarnegara tidak hanya dibangun lewat diplomasi, tapi juga melalui interaksi langsung antar generasi muda, sebagai wujud nyata pendidikan global yang berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan