Lewat Campernik, TP PKK Kota Bogor Genjot Edukasi Pencegahan Pernikahan Anak

Kelas Campernik yang digelar TP PKK Kota Bogor untuk mencegah pernikahan anak. (Foto: Humas Pemkot Bogor)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim menegaskan bahwa edukasi dini kepada keluarga dan remaja merupakan langkah krusial dalam menurunkan angka pernikahan anak di Kota Bogor.

Dalam pernyataannya, Yantie menyebut bahwa pernikahan anak merupakan persoalan serius yang berdampak multidimensi, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, hingga masa depan generasi muda. Ia menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan mental anak yang kerap diabaikan dalam praktik pernikahan usia dini.

Bacaan Lainnya

“Masa remaja seharusnya diisi dengan pendidikan dan pembentukan jati diri, bukan dibebani dengan tanggung jawab orang dewasa,” tegas Yantie dalam keterangannya.

Ia juga mengungkap adanya korelasi kuat antara pernikahan dini dan risiko stunting, terutama di kalangan remaja perempuan yang belum siap secara biologis maupun psikologis menjadi orang tua.

“Ketika mereka menjadi orang tua, belum tentu mereka mampu merawat anak-anaknya dengan baik. Ini yang menjadi kekhawatiran kita bersama,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, TP PKK Kota Bogor telah menjalankan Kelas Cara Mencegah Pernikahan Anak (Campernik) selama lima tahun terakhir. Program ini digagas Pokja I TP PKK dan menyasar kelompok bina keluarga anak dan remaja, untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang dampak pernikahan usia dini.

Dalam kelas tersebut, para peserta dibekali informasi seputar kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam berumah tangga, serta ajakan untuk menunda pernikahan hingga benar-benar siap secara utuh.

“Kita tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk menikah, tapi untuk memiliki masa depan yang sehat dan berkualitas,” ujar Yantie.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Rasmana, menuturkan bahwa dampak dari program Campernik mulai terlihat secara bertahap. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting yang membantu menurunkan angka pernikahan anak di berbagai wilayah Kota Bogor.

“Perubahan kesadaran mulai terlihat, baik dari remaja maupun orang tua. Ini jadi sinyal positif bahwa edukasi yang konsisten bisa membawa dampak nyata,” kata Anas.

Pemkot Bogor dan TP PKK berharap program ini terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat agar kasus pernikahan anak dapat ditekan secara signifikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan