Dua Sekolah Baru di Bogor Ditargetkan Rampung Desember 2024

Disdik Kota Bogor Targetkan Pembangunan Dua SMP Negeri Rampung Awal Desember. (Foto: Dok. Disdik Kota Bogor)

bogortraffic.com, BOGOR- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menargetkan pembangunan dua unit sekolah baru (USB) jenjang menengah negeri di wilayah Bogor Timur dan Bogor Utara dapat selesai pada awal Desember 2024. Pembangunan ini bertujuan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat terhadap sekolah negeri, khususnya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Bogor, Ari Syarifudin, mengungkapkan bahwa pembangunan SMP Negeri 22 di Bogor Timur dan SMP Negeri 23 di Bogor Utara dilakukan untuk menampung lebih banyak siswa yang ingin bersekolah di negeri. Langkah ini juga membantu mengatasi keterbatasan kuota zonasi yang sering menjadi kendala saat PPDB.

Bacaan Lainnya

“Tujuan pembangunan SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23 ini adalah untuk memenuhi animo masyarakat yang ingin bersekolah di sekolah negeri. Selain itu, kami juga ingin membantu masyarakat yang tidak terakomodir melalui jalur zonasi pada pelaksanaan PPDB,” ujarnya pada Rabu, 11 September 2024.

Pembangunan sekolah ini juga dimaksudkan untuk mengamankan aset lahan milik Pemerintah Kota Bogor. Ari menambahkan bahwa kedua sekolah baru tersebut akan memiliki fasilitas lengkap, termasuk ruang kelas, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya.

Untuk pembangunan SMP Negeri 22 di Bogor Timur, kontrak senilai Rp 28,4 miliar dimenangkan oleh PT Sadar Karya Dinamis, sementara pembangunan SMP Negeri 23 di Cimahpar, Bogor Utara, dengan nilai kontrak Rp 23,7 miliar dikerjakan oleh PT Cipta Usaha Nusa Gede. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp 54,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

“Nilai pagu untuk pembangunan SMP Negeri di Bogor Timur adalah Rp 30 miliar, sedangkan nilai kontrak fisiknya Rp 28,4 miliar. Untuk pembangunan SMP Negeri di Bogor Utara, nilai pagunya Rp 24,6 miliar dengan nilai kontrak Rp 23,7 miliar,” jelas Ari.

Masing-masing sekolah akan dilengkapi dengan ruang kelas yang memadai. SMP Negeri 22 akan memiliki 24 ruangan termasuk delapan rombongan belajar (rombel), sementara SMP Negeri 23 akan memiliki 15 ruang kelas, laboratorium, ruang kepala sekolah, ruang guru, dan fasilitas lainnya.

Ari mengungkapkan bahwa pembangunan kedua sekolah saat ini telah mencapai progres yang signifikan. “Progres di SMP Negeri 22 sudah mencapai 61,8 persen, sementara SMP Negeri 23 mencapai 60,7 persen sejak dimulainya pengerjaan pada Mei 2024,” katanya.

Pihaknya optimis bahwa pembangunan kedua sekolah tersebut akan selesai sesuai target pada Desember 2024. Jika tidak selesai tepat waktu, penyedia jasa akan dikenakan sanksi berupa denda.

“Kami berharap pembangunan ini bisa rampung sebelum masa kontrak berakhir. Jika tidak, penyedia jasa yang terlambat akan dikenai denda sesuai aturan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan