bogortraffic.com, BOGOR – Ribuan jamaah yang memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pagelaran, Ciomas, Bogor, khusyuk mendengarkan khutbah Idulfitri 1446 H yang disampaikan oleh H. Abdul Aziz Siswanto, S.Th.I, Senin (31/3) pagi.
Dalam khutbahnya, khatib menekankan bahwa Idulfitri adalah momentum penyucian diri dan mempererat cinta kepada Allah, sesama manusia, dan alam semesta. Ia mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari bulan Ramadan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Khatib membuka khutbah dengan takbir dan tahmid yang menggema, mengajak jamaah merenungkan perjalanan Ramadan yang telah dilalui. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana membangun ketakwaan dan cinta kepada Allah.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan meraih cinta-Nya. Ibadah yang kita lakukan bukan hanya untuk mendapatkan pahala, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan kepada Allah yang Maha Kasih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa cinta kepada Allah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal kebaikan.
Selain membangun hubungan yang erat dengan Allah, khatib juga menekankan pentingnya menjalin cinta dan kasih sayang sesama manusia. Idulfitri, menurutnya, adalah kesempatan untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Kita tidak akan sempurna dalam keimanan sampai kita saling mencintai. Rasulullah bersabda, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan sempurna imannya sampai kalian saling mencintai,” katanya mengutip hadits Nabi.
Ia juga mengingatkan bahwa cinta kepada sesama tidak boleh terbatas pada kelompok tertentu, tetapi harus meluas ke seluruh umat manusia, tanpa memandang perbedaan agama dan latar belakang.
Dalam khutbahnya, khatib juga mengajak jamaah untuk menjaga alam sebagai bentuk cinta kepada ciptaan Allah. Ia menyoroti bagaimana manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat lingkungan, tidak merusaknya, dan mewariskannya dalam kondisi baik kepada generasi mendatang.
“Bumi ini adalah amanah. Kita harus menjaga kebersihan, menghindari perusakan alam, dan memanfaatkan sumber daya dengan bijak. Jika kita merawat alam, maka alam pun akan memberikan manfaat bagi kita,” ujarnya.
Menjelang akhir khutbah, khatib mengingatkan bahwa perpisahan dengan Ramadan seharusnya tidak membuat semangat ibadah melemah. Justru, setelah sebulan penuh latihan spiritual, umat Islam harus mempertahankan semangat ibadah dan ketakwaan di bulan-bulan berikutnya.
“Jangan jadikan Ramadan sebagai momen sesaat. Jadikanlah ia sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah,” pungkasnya.
Dengan pesan yang mendalam dan menyentuh hati, khutbah Idulfitri di Taman Pagelaran menutup rangkaian ibadah dengan penuh makna.
Jamaah pun meninggalkan lokasi dengan hati yang penuh syukur, membawa semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.






