bogortraffic.com, JAKARTA – Federasi Futsal Indonesia (FFI) secara resmi merilis daftar 14 pemain yang akan memperkuat Timnas Futsal Indonesia di ajang Piala AFF 2026.
Pengumuman ini memicu kejutan besar setelah nama bintang langganan skuad Garuda, Ardiansyah Runtuboy, dipastikan tidak masuk dalam daftar final pilihan pelatih Hector Souto.
FFI mengumumkan daftar skuad akhir Timnas Futsal Indonesia pada Jumat (3/4/2026) sore. Dari komposisi yang dirilis, hanya 14 pemain saja yang terpilih dan dipercaya mewakili Garuda di kancah Asia Tenggara tersebut.
Di posisi penjaga gawang, pelatih asal Spanyol tersebut memanggil kembali pilar penting yang sempat absen di ajang sebelumnya.
Dari posisi penjaga gawang misalnya, pelatih Hector Souto memercayakan pos tersebut kepada Muhammad Albagir dan Angga Ariansyah. Nama pertama termasuk pilar langganan Garuda, namun tak masuk dalam skuad Piala Asia 2026 lalu.
Untuk menjaga kedalaman pertahanan (anchor), Hector Souto menyiapkan pemain-pemain dengan mobilitas tinggi.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki kemampuan multifungsi untuk membantu transisi permainan.
Kemudian di posisi anchor, Timnas Futsal Indonesia kali ini punya Piter Junior, Dewa Rizki, dan Dipo Arrahman. Khusus Dewa dan Dipo, keduanya termasuk pemain serba bisa alias dapat memerankan posisi lain.
Sementara itu, untuk mendobrak pertahanan lawan di posisi depan (pivot), Souto mengandalkan tiga nama yang dikenal memiliki insting gol tajam.
Lalu untuk posisi pivot, Souto punya tiga pemain yang bisa diandalkan. Mereka adalah Muhammad Sanjaya, Andres Dwi, dan Kris Daniel Yeimo.
Strategi Hector Souto tampaknya akan sangat mengandalkan kecepatan dari sisi lapangan. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah pemain yang dipanggil untuk mengisi posisi flank.
Adapun flank jadi posisi dengan jumlah pemain terbanyak. Pelatih asal Spanyol itu menetapkan enam nama sekaligus, yakni Guntur Sulisto Ariwibowo, Yogi Saputra, M Rizky Fauzan, Imam Anshori, dan Andarias Kareth, dan Adityas Priambudi.
Piala AFF 2026 ini menjadi ujian penting bagi Hector Souto untuk membuktikan efektivitas skuad barunya tanpa kehadiran Runtuboy, demi mengembalikan kejayaan futsal Indonesia di level regional.






