bogortraffic.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta warga Indonesia mewaspadai tawaran bekerja di luar negeri (LN) dengan iming-iming gaji yang tidak wajar agar dapat terhindar dari tindak kejahatan dan pelanggaran hukum.
“Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang beredar di ruang digital, terutama tawaran yang bersifat too good to be true,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini.
Dia menyampaikan bahwa saat ini banyak upaya penipuan yang dilakukan dengan kedok menawarkan pekerjaan di LN dengan iming-iming gaji tidak wajar. Pelaku kejahatan membagikan tawaran pekerjaan semacam itu melalui platform daring.
Sebagai contoh, tawaran untuk bekerja sebagai tentara bayaran di Rusia yang pada September 2026 menjadi sorotan publik. Pemerintah Indonesia menyelidiki kemungkinan adanya tindak kejahatan seperti penipuan dan eksploitasi berkenaan dengan penawaran pekerjaan tersebut.
Mediodecci mengimbau warga yang sedang mencari pekerjaan agar jeli memeriksa sumber informasi mengenai lowongan pekerjaan di luar negeri.
“Masyarakat perlu memeriksa validitas tawaran melalui sumber resmi serta memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum ataupun membawa dampak hukum bagi individu,” kata Mediodecci.
Kemkomdigi membuka ruang pengaduan bagi warga yang mendapati konten digital berkenaan dengan lowongan pekerjaan yang dinilai mencurigakan.
“Apabila masyarakat menemukan konten terkait, masyarakat dapat melaporkannya melalui aduankonten.id untuk ditindaklanjuti,” kata Mediodecci.
Selain itu, Kemkomdigi berkolaborasi dengan instansi pemerintah lain, termasuk Polri dan Kementerian Luar Negeri, dalam menangani penyebaran informasi dan konten digital berkenaan dengan penipuan berkedok penawaran lowongan kerja.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia, Jose Antonio Morato Tavares, menyampaikan bahwa KBRI Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia yang menduga kerabatnya menjadi tentara bayaran di Rusia. Kedutaan Besar RI menginventarisasi dan memeriksa secara seksama informasi dari keluarga atau kerabat tersebut.
Tavares mengatakan bahwa kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan yang masuk, tetapi bukti lengkap kerap sulit diperoleh. KBRI Moskow telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait lain untuk memverifikasi laporan-laporan tersebut.
Hasil pemeriksaan mengindikasikan adanya puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen-agen yang melakukan perekrutan melalui media sosial dengan iming-iming gaji besar.





