bogortraffic.com, BOGOR- Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian meresmikan pembangunan embung dan penerapan teknologi smart farming di Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) PVT III Muara, Ciomas, Bogor, Jawa Barat.
Pembangunan ini dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung swasembada pangan melalui perlindungan varietas tanaman unggul dan sekaligus memastikan seluruh area kebun dapat dimanfaatkan secara optimal.
Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, mengapresiasi pemanfaatan lahan dan peningkatan layanan uji PVT yang semakin meningkat.
Dia menekankan, uji BUSS (Baru, Unik, Seragam, dan Stabil) sangat penting dalam mendukung program strategis nasional, terutama upaya bersama mewujudkan swasembada pangan.
“Alhamdulliah disini sudah ada padi, sudah ada jagung dan juga sudah ada kangkung. Dan sekarang sudah ada permohonan hak PVT untuk 41 varietas yang diuji di KPS PVT yang merupakan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ali Jamil, Sabtu, 15 November 2025.
Ali Jamil mengatakan smart farming merupakan program masa depan bangsa dan menjadi arah pengembangan sektor pertanian nasional. Terlebih, tantangan sektor pertanian semakin besar karena perubahan cuaca yang tidak menentu.
“Kita menghadapi musim hujan dan musim kering yang ekstrem. Teknologi ini akan membantu memastikan tanaman tetap produktif. Tidak boleh ada faktor pembatas. Karena itu, irigasi sangat dibutuhkan, termasuk pembangunan embung untuk menyerap dan menampung air,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penerapan Service Level Agreement (SLA) atau perjanjian tingkat layanan dalam pengujian varietas dan pelayanan sertifikasi, sebagai janji layanan Kementan kepada klien.
Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati, menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 41 varietas yang mengajukan permohonan perlindungan, dan 20 di antaranya sudah berhasil memperoleh sertifikat hak PVT.
Untuk mendukung swasembada pangan, Leli menambahkan bahwa peningkatan layanan terus dilakukan, termasuk memperluas kapasitas uji BUSS.
“Dari sebelumnya 9, kami tingkatkan menjadi 77, dan untuk tahun 2025 menjadi 41. Kami berharap tahun depan bisa mencapai 100 layanan uji di KP Muara ini,” katanya.
Leli juga menjelaskan bahwa implementasi smart farming di KPS Muara merupakan bagian dari adaptasi teknologi yang wajib dilakukan pemerintah mengingat keterbatasan tenaga kerja (tidak ada penambahan pegawai ASN). Implementasi ini didukung penuh oleh anak bangsa, yaitu ‘petani muda keren’ binaan Kementan.
PVTPP juga telah beralih dari sistem permohonan manual menjadi layanan digital melalui aplikasi Aplly PVT sejak tahun 2025.





