bogortraffic.com, JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan merebut talenta terbaik, program pensiun yang kuat kian menjadi pembeda perusahaan sebagai tempat bekerja. Meski demikian, banyak pemilik dan manajemen perusahaan masih berpikir panjang sebelum mendirikan dana pensiun karena kekhawatiran soal beban keuangan jangka panjang dan kerumitan pengelolaan.
Menjawab hal tersebut, PT Barron Insurance Brokers (BPA Brokers), pialang asuransi berlisensi OJK yang berpengalaman mendampingi perusahaan nasional maupun internasional, menegaskan perannya sebagai konsultan pendamping bagi perusahaan yang ingin menyiapkan masa purnabakti karyawan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
“Mendirikan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) kerap menjadi tonggak yang membanggakan bagi pendiri dan pemilik perusahaan. Bagi karyawan, program ini memberi rasa aman bahwa kerja keras mereka dihargai hingga usia purnabakti,” ungkap President Director BPA Brokers, M.K. Rangganata dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).
Dalam praktiknya, pengelolaan dana pensiun, terutama yang berbasis manfaat pasti, dipengaruhi dinamika ekonomi. Rasio Kecukupan Dana (RKD) dapat bergerak mengikuti kondisi pasar, dan perusahaan pendiri kadang perlu menyetor iuran tambahan (top-up) secara berkala.
“Keputusan soal dana pensiun sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, sebagai wujud kepedulian perusahaan kepada karyawannya, dan itu layak dibanggakan. Yang kami lihat di lapangan, keraguan biasanya muncul karena perusahaan belum punya gambaran utuh tentang pilihan yang tersedia. Tugas kami memberi perspektif yang objektif, karena kami memahami tidak ada pendekatan one size fits all dalam mengelola dana hari tua,” ujar Rangganata.
Direktur BPA Brokers, Dede Hikmat Adhari menjelaskan, pihaknya memiliki empat layanan pendampingan komprehensif yang mencakup kajian keberlanjutan, perencanaan migrasi ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), pemilihan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan anuitas, hingga asistensi menyeluruh.
“Kami tidak hanya memberi rekomendasi di atas kertas. Kami mendampingi klien berkoordinasi dengan aktuaris hingga otoritas terkait, sehingga manajemen dan pengurus dana pensiun punya mitra yang memahami prosesnya dari awal sampai selesai. Dengan perencanaan yang tepat, dana pensiun bisa dikelola tanpa mengganggu fleksibilitas keuangan perusahaan,” ungkap Dede.
Rekam jejak BPA Brokers telah teruji dalam organisasi dari berbagai skala dan tingkat kompleksitas, mulai dari LSM internasional, bank swasta nasional, BPD terkemuka, hingga perusahaan penyedia alat berat terbesar di Indonesia.
“Kepercayaan dari berbagai institusi lintas industri ini menunjukkan bahwa pendekatan dan solusi yang kami tawarkan dapat disesuaikan dengan skala bisnis dan kebutuhan masing-masing perusahaan,” tambah Dede.
Data OJK per Juli 2025 mencatat aset dana pensiun di DKI Jakarta mencapai Rp 326,94 triliun (sekitar 83 persen dari total nasional), disusul Jawa Barat Rp 25,5 triliun, Banten Rp 6,12 triliun, Jawa Timur Rp 4,52 triliun, dan Kalimantan Timur Rp 2,27 triliun.
“Kebutuhan akan program pensiun yang tertata ada di setiap perusahaan, di mana pun lokasinya. BPA Brokers siap menjadi konsultan pendamping yang melayani perusahaan di berbagai wilayah Indonesia, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter, skala, dan tujuan masing-masing perusahaan,” tutup Dede.





