bogortraffic.com, ACEH BESAR – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan kesiapsiagaan infrastruktur pengendalian banjir dan perkuatan tebing Sungai Krueng Aceh di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (20/10/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menghadapi musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Menteri Dody menyampaikan bahwa secara umum kondisi infrastruktur pengendalian banjir di Sungai Krueng sudah baik. Namun penanganan muara sungai tetap perlu menjadi perhatian untuk memastikan aliran air menuju laut tetap lancar.
“Kondisi infrastrukturnya sudah bagus, ke depannya mungkin muaranya yang mesti kita perhatikan. Jadi muaranya harus segera kita dredging agar pergerakan air bisa lebih lebih lancar dan sedimen bisa ikut terdorong ke laut,” kata Menteri Dody.
Sungai Krueng Aceh merupakan sungai utama yang mengalir melalui Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh dengan panjang sekitar 145 km dan luas DAS sekitar 1.755 km². Sungai ini direncanakan dapat menampung debit banjir dengan kapasitas sebesar 1.300 m³/detik.
Untuk mengurangi risiko erosi tebing yang berpotensi membahayakan jalan nasional di sekitarnya, penanganan tebing dilakukan melalui pemasangan batu boulder sepanjang 428 meter. Sementara pemasangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) dan dinding penahan tanah direncanakan pada 2027.
“Kita fokusnya di muara dulu. Jika muara sudah dikeruk dan aliran sungai lebih lancar, kita lakukan perkuatan muara agar sedimen yang sudah diangkat tidak kembali menumpuk. Kemudian penanganan sungai dilanjutkan melalui normalisasi,” jelasnya.
Selain penanganan sungai, Kementerian PU juga memperkuat upaya mitigasi bencana melalui pembangunan sabo dam di sejumlah wilayah di Aceh.
”Aceh sebenarnya hampir tidak pernah kering dan selalu hujan, sehingga tim kita selalu siaga dan sudah melakukan persiapan khususnya di beberapa wilayah yang penah bencana seperti Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Salah satunya melalui penambahan beberapa sabo dam yang kita kerjakan,” katanya.
Dari rencana pembangunan sekitar 40 sabo dam di Aceh, sebanyak enam unit ditargetkan selesai pada 2026 dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga 2028.





