Mensos Gus Ipul Kucurkan Rp4 Miliar untuk Bantu Korban Bencana di Bogor-Jakarta

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

bogortraffic.com, BANDUNG- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan hampir Rp4 miliar untuk menanggulangi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Bogor, Bekasi, dan Jakarta.

“Untuk Bogor dan Bekasi lebih dari Rp3 miliar. Jika digabung dengan Jakarta, totalnya hampir Rp4 miliar,” ujar Gus Ipul di Bandung, Jumat (8/3/2025).

Bacaan Lainnya

Anggaran tersebut, menurutnya, didistribusikan dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar bagi para korban terdampak, seperti makanan, kasur, selimut, bantal, pakaian, serta makanan bayi.

“Kami juga memperhitungkan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak banjir, seperti pakaian sekolah dan alat tulis. Hal ini kami lakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa proses bantuan ini mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan, dimulai dari tahap evakuasi, tanggap darurat bencana, hingga tahap rehabilitasi.

“Dalam tahap tanggap darurat, kami menyediakan tempat penampungan dan logistik yang didukung baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Sementara dalam tahap rehabilitasi, bantuan diberikan bagi rumah yang mengalami kerusakan berat maupun sedang. Jika kerusakan ringan, bisa diperbaiki sendiri dengan bantuan dari pemerintah, tergantung kondisi masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa dana untuk bantuan sosial dan kedaruratan tidak terdampak oleh kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah di berbagai sektor.

“Anggaran untuk rakyat, bantuan sosial, dan biaya penyaluran tetap aman, termasuk untuk pegawai dan honorer. Secara keseluruhan, anggaran bansos yang kami kelola lebih dari Rp75 triliun,” katanya.

Untuk proses penyaluran bantuan bencana di daerah, Gus Ipul menekankan bahwa ada prosedur yang harus dipenuhi, salah satunya adalah penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah daerah harus menetapkan status bencana terlebih dahulu sebelum logistik bantuan bisa disalurkan. Ini adalah bagian dari mekanisme bansos adaptif yang kami jalankan, yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan